"Sekarang ini sudah Masuk di Ambon sebanyak 1.000 ton, tinggal proses pembongkaran dan 1.000 ton lainnya dalam perjalanan dari Sulawesi," ujarnya di Ambon, Senin.
Untuk gudang di Tual dan Saumlaki masing-masing 1.000 ton juga dalam perjalanan, sedangkan untuk gudang di Ternate sebanyak 1.000 ton masih dalam proses.
"Jadi kalau semuanya sudah masuk maka stok beras Maluku cukup aman dan terkendali hingga beberapa bulan ke depan," ujarnya.
Sedangkan untuk stok yang ada sekarang ini sebanyak 11.000 ton yang tersebar di gudang Kota Ambon, Tual Saumlaki dan Ternate cukup untuk melayani permintaan masyarakat hingga empat bulan ke depan.
Ia mengimbau masyarakat di Maluku tidak perlu takut, karena Perum Bulog masih mempunyai stok beras yang cukup banyak, begitu juga gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu yang siap untuk melaksanakan operasi pasar.
"Jadi saya kira untuk kondisi stok tahun ini terutama menghadapi cuaca ekstrem belakangan ini yang sering melanda Maluku tetap aman," ujarnya.
Konsumsi beras di Maluku rata-rata 3.000 ton/bulan, karena itu Bulog selalu mengantisipasi persediaan empat hingga lima bulan.
Pewarta: John SoplanitEditor : Lexy Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.