Masyarakat desa Sabuwae, Kecamatan Siwalat, Kabupaten Seram Bagian Timur akan dibina untuk mengembangkan daerah itu menjadi lumbung ternak ayam kampung. "Kami akan memberikan bantuan mesin penetas dan bibit anak ayam termasuk  melatih masyarakat untuk mengubah pola pikir mereka menjadi peternak ayam kampung untuk dikembangkan," kata ketua tim Safari Kesehatan, Gereja Protestan Maluku, Pieter Sapulete, di Ambon, Senin. Sebagai pesiapan awal, masyarakat telah diimbau untuk membangun kandang ayam agar kondisi kesehatan ternaknya lebih terjamin sehingga daerah ini bisa berkembang sebagai sentra penghasil daging dan telur ayam kampung. Akses pasarnya memang agak sulit karena jalan raya dari Kecamatan Werinama (SBT) maupun Tamilouw (Kabupaten Maluku Tengah) belum diaspal dan tidak ada sarana angkutan darat maupun laut yang masuk ke daerah itu. Menurut Sapulete, warga setempat selama ini hanya mengandalkan transportasi laut menggunakan perahu motor bermesin ketinting ke Tamilouw atau Tehoru untuk menjual hasil perkebunan seperti kakao, cengkih dan pala. "Ratusan Kepala Keluarga yang tersebar pada enam desa dan dusun di Kecamatan Siwalat maupun Kecamatan Abuleta Atiauw, Kabupaten Seram Bagian Timur sangat membutuhkan sarana pendidikan, transportasi dan kesehatan," katanya. Selain itu, kondisi masyarakat di daerah cukup memprihatinkan, karena yang lulusan Sekolah Menengah Atas hanya dua orang dan sisanya rata-rata putus sekolah sejak bangku Sekolah Dasar maupun SLTP. Oleh karena itu tokoh agama diimbau membuka taman bacaan untuk melatih masyarakat yang belum mengenal huruf di Sabuwae, Nayet Elnusa, Abuleta, Atiauw dan Nayuwel Ayun untuk berlatih menulis, membaca dan berhitung. "Kebanyakan masyarakat di daerah ini menderita penyakit tubercoloses (TBC), malaria dan anemia (kurang darah). Mereka juga sangat membutuhkan perhatian pemerintah untuk membuka jaringan listrik sebagai penerangan," katanya.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026