"Karena itu dalam menghadapi perayaan Natal 25 Desember 2019 dan persiapan memasuki Tahun Baru 1 Januari 2020 tetap terjamin," ujarnya di Ambon, Rabu.
Stok sebanyak 13.000 ton yang ada sekarang ini tersebar di gudang-gudang milik Bulog yang ada di Kota Ambon, Tual, Saumlaki, Mako maupun di Kota Ternate, Maluku Utara.
Karena itu masyarakat di Maluku dan Maluku Utara tidak perlu takut, karena Perum Bulog Maluku masih mempunyai stok beras yang cukup banyak guna mengisi permintaan masyarakat yang ada di dua wilayah tersebut.
Menurut Asmal, Bulog Maluku juga melakukan kegiatan operasi pasar (OP) baik di Kota Ambon dengan melibatkan beberapa orang pedagang yang telah melakukan kerja sama selama ini dengan menjual beras Rp10.000/Kg, disamping barang kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng dan juga gula pasir.
Ditanya terkait kerja sama Perum Bulog dengan Pemerintah daerah terutama kegiatan pasar murah yang dilakukan Pemerintah daerah Maluku maupun Kota Ambon guna meringankan masyarakat yang kurang mampu saat menghadapi perayaan Natal, Asmal mengatakan tetap mendukung kegiatan tersebut dengan menjual beras.
"Sekarang kami juga ada terlibat dengan pelaksanaan pasar murah yang dilakukan pemerintah Kota Ambon di Desa Passo, Kecamatan Baguala, yang berlangsung selama tiga hari terhitung Senin-Rabu," ujarnya.
Sedangkan stok kebutuhan pokok lainnya yang di miliki Bulog Maluku saat ini selain beras yakni minyak goreng sebanyak 38 ribu liter, tepung terigu 30 ton, dan gula pasir sebanyak 150 ton, sehingga kebutuhan masyarakat saat menghadapi perayaan Natal dan persiapan memasuki tahun baru dapat terpenuhi.
Pewarta: John SoplanitEditor : Lexy Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.