Mangkatnya salah seorang tokoh nasional asal Maluku, Des Alwi Abubakar dalam usia 83 tahun membuat dunia pariwisata dan budaya di daerah ini benar-benar sangat merasa kehilangan.
"Beliau dikenal sebagia tokoh sejarah dan budaya yang sangat berjasa dalam memajukan perkembangan dunia pariwisata di Maluku sehingga bisa menjadikan Pulau Banda menjadi salah satu icon dunia," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Maluku, Florence Sahusilawane, di Ambon, Jumat.
Kepedulian Des Alwi dalam memajukan dunia pariwisata Maluku terlihat dari kepeduliannya bersama mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Beny Moerdani yang melakukan perawatan benteng Benfica, peninggalan bangsa Portugis yang didirikan sejak abad ke XV.
Sehingga benteng berbentuk prisma dan mirip dengan gedung pertahanan Pentagon Amerika Serikat ini masih tetap berdiri kokoh sampai saat ini dan menjadi salah satu objek peninggalan sejarah di Pulau penghasil rempah-rempah itu.
Des Alwi juga dikenal ulet dalam merawat berbagai benda bersejarah peninggalan tokoh Proklamator Indonesia, Bung Hatta maupun Sutan Syahrir yang pernah diasingkan kompeni Belanda ke Pulau Banda tahun 1940-an.
Berbagai benda yang dirawat Des Alwi mulai dari rumah pengasingan Bung Hatta dan Syahrir serta perabotnya seperti meja tulis dan kursi, ranjang, alat pemutar musik (gramapon) yang memakai piringan hitam ukuran besar maupun benda bersejarah lainnya.
"Kepedulian Des Alwi dalam memajukan wisata pantai dan diving (penyelaman) juga sangat besar, karena pernah mendatangkan sejumlah tokoh dunia seperti Lady Diana, Sarah Ferguson, Mic Jagger dan isterinya Jerry Hall usai melakukan pernikahan di Bali beberapa tahun lalu," katanya.
Nama almarhum juga sudah pernah diabadikan pada jenis terumbu karang yang disebut "Acrapora Des Alwi" yang pertama kali ditemukan saat melakukan penyelaman bersama seorang peneliti UNESCO pasca letusan Gunung Api Banda tahun 1988 silam.
"Makanya kami juga setuju kalau DPRD Maluku mengusulkan untuk menetapkan Des Alwi sebagai pahlawan nasional atas jasanya sebagai tokoh sejarawan dan budaya, apalagi Banda sudah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu situs sejaraha dan budaya dunia," katanya.
Namun untuk mengusukan gelar pahlawan nasional kepada Pemerintah Pusat biasanya dilakukan Dinas Kesejahteraan Sosial Maluku atas rekomendasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Sejarah dan Purbakala serta Universitas Pattimura Ambon
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.