Pengeboran sumur panas bumi untuk pengembangan energi listrik di desa Suli, pulau Ambon, Maluku Tengah oleh PT PLN Hydrothermal dijadwalkan Desember 2010, kata Kadis Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku, Bram Tomasoa.
Pengeboran untuk mengecek kapasitas panasnya sekaligus persiapan sumur produksi dan dijadwalkan Desember nanti kegiatan pengeboran dilaksanakan atau paling lambat awal 2011, katanya di Ambon, Selasa.
Potensi energi listrik panas bumi berdasarkan eksplorasi pihak ketiga mitra PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara pada akhir 2009 berkisar 40 - 50 Mega Watt (MW).
Tahap awal pengembangan diprogramkan 2 x 10 MW sehingga tersisa cadangan 30 MW, ujar Tomasoa.
Ia optimistis bila potensi panas bumi tersebut dikembangkan, maka energi listrik untuk pulau Ambon semakin terjamin karena pembangkit listrik tenaga uap (pltu) berkapitas 2 x15 MW telah dilakukan pencanangan tiang untuk pembangunan oleh Gubernur Maluku di desa Waai, pulau Ambon pada 19 Agustus 2010.
"Pembangunan pltu tersebut dijadwalkan rampung Maret 2012 sehingga tersedia energi listrik yang mendorong percepatan investasi, baik di pulau Ambon, Kepulauan Lease maupun pulau Seram dengan sistem interkoneksi," kata Tomasoa.
Dia menilai dengan pengoperasian pltu maupun panas bumi nanti, maka anggaran besar untuk pembangkit listrik tenaga diesel bisa diefisienkan. Tahap awal pembangunan pltu maupun panas bumi memang butuh dana besar. Tapi pengoperasiannya lebih efisien.
"Jadi masalah mesin pltd berusia di atas 25 tahun sehingga sering listrik padam, bila dua energi listrik baru itu beroperasi bisa teratasi karena kapasitas terpasang 50 MW, sedangkan beban puncak saat ini berkisar 38 - 40 MW," ujar Tomasoa.
Disinggung pengembangan pembangkit listrik tenaga air (plta), dia menjelaskan, telah ditawarkan kepada investor maupun PT PLN (Persero) untuk potensi Waiisal di pulau Seram, hanya saja belum ada yang berminat karena butuh investasi besar.
"PLTA Waiisal berdasarkan hasil penelitian memiliki kapasitas hingga 60 MW. Hanya saja karena butuh biaya besar, makanya sekitar belasan tahun pengembangannya belum bisa direalisasikan," kata Bram Tomasoa.
Salah satu pengurus Kadin Maluku, John Pattisahusiwa menyambut baik dilakukannya diversifikasi energi listrik dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di daerah ini.
"Terobosan perlu dilakukan pemerintah melalui Kementerian ESDM dan PT.PLN (Persero) untuk mengembangkan juga energi listrik tenaga air dan ombak yang potensinya di Maluku cukup strategis," katanya.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.