Pemerintah Kota Ambon dan Darwin, Australia, melakukan koordinasi terkait program lomba layar internasional (Yacht Race) Darwin - Ambon 2011.
"Kerja sama kota kembar Darwin - Ambon yang identik dengan kegiatan lomba layar, membawa dampak besar bagi pulihnya citra Ambon di mata dunia internasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Wakil Wali Kota Ambon Olivia Latuconsina, usai menerima kunjungan ketua Steering Comittee Sister City Darwin - Ambon, Rick Setter, di Ambon, Kamis.
Menurutnya, kegiatan lomba layar yang telah berjalan kembali selama empat tahun terakhir, membawa dampak positif untuk mempublikasikan bahwa Kota Ambon aman dikunjungi.
"Kegiatan lomba layar ini sempat terhenti pada tahun 1999 karena situasi konflik sosial beberapa waktu lalu, namun diaktifkan kembali sejak tahun 2006," katanya.
Latuconsina mengatakan, pertemuan yang dilakukan untuk membicarakan program terkait persiapan lomba layar 2011, sebagai tindak lanjut pertemuan Wali Kota Darwin, Graeme Sawyer dan Wali Kota Ambon, Jopi Papilaja, di Ambon beberapa waktu lalu.
"Kegiatan tahunan ini bisa memberikan kontribusi positif bukan saja bagi pemerintah Darwin tetapi juga bagi Pemkot Ambon, karena ke depan akan diikuti dengan kegiatan lainnya, yakni program kerja sama di bidang pendidikan maupun bidang seni dan budaya.
Ia mengakui, Pemerintah Darwin telah menunjukkan komitmen untuk mempromosikan Ambon kepada dunia internasional lewat lomba layar, karena hal itu merupakan bagian kerja sama kota kembar antara Darwin - Ambon yang sudah terjalin sejak lama.
"Kerja sama yang dilakukan di bidang pendidikan adalah program pertukaran pelajar. Selain itu juga bidang seni budaya, akan digelar festival kesenian Ambon di Darwin selama satu minggu menjelang dimulai kegiatan lomba layar, pada 22 Juli 2011 mendatang, sebagai wahana promosi seni dan budaya Ambon," ujar Wawali.
Diakuinya, secara kebetulan kegiatan lomba layar tahun 2011 digelar bersamaan dengan kegiatan "yacht race" lainnya yakni Sail Indonesia yang juga dimulai dari Kota Darwin.
"Ini artinya harus ada koordinasi yang sinergis antara pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon dalam mengapresiasi event yacht race ini," katanya.
Ia menambahkan, Ambon akirnya bisa menciptakan hal yang positif melalui lomba ini, sehingga even yang lain harus berjalan beriringan dan tidak boleh saling intervensi namun harus dikoordinasi sebagai agenda pariwisata Provinsi Maluku ke depan," katanya.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.