Sekolah Polisi Negara Polda Maluku menggelar pelatihan Pendidikan Pengembangan Spesialisasi (Dikbangspes) bagi Tenaga Pendidik dan pelaksanaannya berkolaborasi dengan Universitas Pattimura, dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.

 

“Kegiatan kolaborasi dengan dua kampus ternama di Maluku tersebut bertujuan untuk meningkatan kinerja, kemampuan pengetahuan pedagogik, dan kompetensi para tenaga pendidik di SPN Polda Maluku,” kata Kepala SPN Polda Maluku, Kombes Pol Daniel Prio Dwi Atmoko, di Ambin, Kamis.

Selain itu, kolaborasi yang dilakukan bersama Unpatti dan IAIN Ambon karena keduanya memiliki akreditasi A dalam dunia pendidikan. Ia mengaku, tenaga pendidikan SPN Polda Maluku harus disiapkan dalam mewujudkan Bintara Polri yang profesional. 

"Pelatihan ini kami laksanakan untuk menghadapi dilaksanakannya pendidikan pembentukan Bintara Polri Gelombang I pada 8 Februari 2022 mendatang. Kita harap dapat menghasilkan lulusan Bintara Polri yang berkualitas," katanya.

Baca juga: 266 Bintara Polri lulusan SPN Polda Malut dilantik, realisasikan hasil pendidikan

Menurut Daniel, kegiatan kolaborasi dengan perguruan tinggi, juga dilakukan untuk mengimplementasikan 8 program prioritas transformasi pendidikan dari Kalemdiklat Polri, Komjen Pol Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel. 

“Program tersebut di antaranya mewujudkan kampus sebagai pusat keunggulan, membangun kampus dengan kurikulum kekinian dan menjawab tantangan tugas, serta membangun kampus kebangsaan,” ucapnya.

Sebagai pelaksana tugas dan fungsi Polri, Daniel mengaku Bintara dituntut untuk profesional, bermoral, berwawasan luas, memiliki integritas tinggi dan berkomitmen dalam memajukan Polri.

"Tentunya diperlukan inovasi, terobosan, dan pembenahan baru guna mewujudkan tujuan yang ingin dicapai terutama tenaga pendidik sebagai salah satu komponen pendidikan yang berperan penting dalam membentuk Calon Bintara Polri yang profesional," jelasnya.

Baca juga: SPN Polda Malut didik 35 siswa Bintara Polri dari Polda Papua Barat, begini penjelasannya

Bintara, kata Daniel, harus disiapkan secara matang agar siap menghadapi perubahan dan tantangan pada masa yang akan datang. Di mana, tuntutan masyarakat terhadap perilaku Polri di lapangan kini menjadi sorotan. 

"Contohnya setiap masyarakat yang memerlukan bantuan atau pelayanan dari kepolisian, hampir semuanya akan berurusan dengan Bintara seperti mengurus SIM atau STNK, ketertiban atau kecelakaan lalu lintas, dan juga ketika ada anggota masyarakat yang terpaksa berurusan dengan reserse pasti akan berurusan dengan para Bintara, serta kasus- kasus lainnya," jelasnya.

Ia berharap, pelatihan Dikbangspes dapat menjawab kebutuhan tenaga pendidik yang berkompetensi dari segi keilmuan, keahlian, dan kualifikasi akademiknya. 

"Kami harapkan kegiatan ini bisa melahirkan Bintara atau anggota Polri yang profesional, berkualitas, memiliki wawasan luas, integritas tinggi dan memiliki komitmen," harapnya.

Baca juga: BPJAMSOSTEK - Disnaker - SPN Ternate salurkan bantuan sembako ke pekerja

Para dosen dari Unpatti dan IAIN tersebut, membawakan sejumlah materi diantaranya Keterampilan Dasar Mengajar, Desain Pembelajaran, Evaluasi Pembelajaran, Penelitian Tindakan Kelas, Micro Teaching, Penyusunan Silabus, Penyusunan Bahan Ajar, Strategi Pembelajaran, dan Pengembangan Bahan Ajar/Media Pembelajaran.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak Senin, sampai dengan Sabtu mendatang. Peserta pelatihan Dikbangspes yang ikut sebanyak 97 orang. Terdiri dari 75 orang Gadik SPN dan 22 orang Gadik dari Pembina Fungsi (Reserse, Intel, Sabhara, Binmas dan Lalu Lintas).

Baca juga: SPN Malut minta awasi PHK buruh tidak prosedural

Pewarta: Winda Herman

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022