Tim dokter dari Rumah Sakit Tentara (RST) Tingkat II dr.J. A. Latumeten Ambon melakukan operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di tubuh seorang warga korban penembakan orang tidak dikenal (OTK) di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

"Pasien merupakan korban penembakan OTK di perbatasan Negeri Aboru dan Hulaliu pada 15 Februari 2022," kata Kepala Kesdam XVI/ Pattimura, Kolonel Ckm dr. Bima Wisnu Nugraha, di Ambon, Jumat.

Tanpa menyebutkan identitasnya, namun menurutnya, warga Negeri Hulaliu itu tertembak di bagian kaki kanan, sehingga harus menjalani operasi pengangkatan proyektil agar tidak berdampak memperburuk kondisi kesehatannya.

Pasien dibawa langsung oleh aparat keamanan dari Pulau Haruku untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil yang bersarang di kaki kanannya.

Namun sebelum operasi dilaksanakan, tim dokter terlebih dahulu melakukan tes cepat antigen dan diketahui pasien tersebut positif COVID-19.


"Karena pasien positif COVID-19 sehingga tim medis mengambil risiko melakukan operasi dengan prokes ketat. Seluruh tim medis menggunakan APD level 3 saat operasi, guna meminimalkan risiko tertular COVID-19," katanya.

Menurutnya, operasi dilakukan segera karena tidak mungkin menunggu hingga pasien sembuh dari COVID-19, mengingat kondisi luka yang bisa saja membusuk dan kakinya bisa diamputasi dan berisiko bagi keselamatan jiwa pasien tersebut.

"Jadi operasi dilaksanakan dengan penerapan prokes ketat. Syukurlah operasi berlangsung lancar dan saat ini kondisi pasien stabil dan sehat. Seluruh tim dokter serta perawat yang bertugas juga dalam keadaan sehat," tandas Bima.
 

Pewarta: Jimmy Ayal

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022