Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maluku Utara (Malut) menggandeng Balai Latihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate untuk membuka peluang bagi pencari kerja guna meminimalisasi angka pengangguran di daerah itu.

Kepala Disnakertrans Malut Nurlaila Muhammad di Ternate, Selasa, mengatakan kehadiran BPVP Ternate karena telah memberikan informasi pasar kerja kepada para pencari kerja maupun pelaku UMKM, sehingga membantu pemerintah dalam menekan tingginya angka pengangguran

"Terobosan dilakukan BPVP Ternate dapat membuka dan memberi informasi kepada pasar kerja, tentunya program ini tetap didukung karena memberi kesempatan ke pencari kerja mendapatkan peluang untuk bekerja," katanya.

Baca juga: Pemerintah Provinsi Maluku dapat 2.208 formasi PPPK tahun 2022, peluang lowongan kerja

Dalam kesempatan itu, delapan perusahaan hadir, di antaranya PT IWIP, PT Alfamidi, PT Hasjrat Toyota Ternate, PT Yamaha, PT Indomarco (Indomaret) PT Nestle, PT NHM, PT Harita, dan Oppo membuka peluang kepada pencari kerja di Malut untuk mendapatkan lowongan kerja.

Bahkan, sejumlah stan terpampang di depan BPVP dengan menampilkan pameran bursa kerja oleh delapan perusahaan serta berbagai produk buatan alumus BPVP dan pameran UMKM.

Kepala BPVP Ternate Abdul Aziz menyatakan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya BPVP mendukung dan membuka peluang kerja bagi anak didik BPVP maupun masyarakat Malut.

Baca juga: Ambon terima 1.162 kuota PPPK dari Kemenpan RB, lowongan kerja jadi honorer

"Kami laksanakan kegiatan ini tak lepas dari visi dan misi Gubernur Malut K.H. Abdul Gani Kasuba baik itu dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata dan juga pertambangan," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya juga berterima kasih kepada Disnakertrans Pemprov Malut dan Disnakertrans Kota Ternate yang turut serta mendukung kegiatan ini, karena 1.500 kebutuhan tenaga kerja yang nantinya disiapkan oleh delapan mitra industri perusahaan untuk ditempatkan di berbagai sektor.

"Harapannya bagaimana menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran yang ada di Malut," katanya.

Sebelumnya, Staf Ahli Gubernur Malut Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Abuhari Hamzah menyatakan bursa kerja sebagai salah satu implementasi dan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam upaya mengurangi angka pengangguran di Provinsi Maluku Utara, sekaligus upaya penerapan sistem rekrutmen tenaga kerja secara transparan dan kompetitif dengan penyediaan informasi pasar kerja di daerah secara terpusat melalui kegiatan ini.

Kegiatan ini, katanya, memiliki nilai strategis karena dapat memberikan ruang komunikasi dua arah secara langsung, antara pengguna dan pencari kerja, sedangkan pemerintah bertindak sebagai fasilitator.

Baca juga: ASDP Ambon gelar Program Pergi Ke Kampus untuk rekrut SDM, dahulukan tenaga kerja lokal

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Febrianto Budi Anggoro


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2022