Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Maluku Utara mengelar   simulasi dan edukasi penyelamatan diri saat  bencana gempa bumi terjadi  kepada pelajar  di empat kecamatan  di daerah itu sebagai bagian dari mitigasi bencana.

Kepala BPBD Halmahera Utara  Fredy Salama di Ternate, Senin  mengatakan kegiatan ini memberikan edukasi agar para pelajar sejak  dini agar memahami apa yang harus dilakukan jika bencana alam terjadi,

Edukasi dan simulasi diikuti 24 TK dan PAUD tersebar pada empat kecamatan di seputar kota Tobelo Kabupaten Halmahera Utara.

Fredy mengatakan, edukasi ini juga bertujuan agar para pelajar  ke depan bisa semakin tangguh dan siaga dalam menghadapi bencana. 

Ia menyebutkan  di Kabupaten Halmahera Utara  ada 10 bencana alam yang sering terjadi dan pada edukasi kali ini lebih dominan pada bencana alam gempa bumi.

"Gempa bumi tidak bisa diprediksi dan banyak memakan korban jiwa dan materi. Jadi sengaja dipilih agar bisa dimengerti oleh para Guru PAUD sehingga paham apa yang harus dilakukan dengan mengarahkan pelajar melakukan evakuasi mandiri," ujarnya.

Menurut dia dengan simulasi ini diharapkan siswa betul-betul memahami apa yang harus dilakukan saat gempa terjadi.

"Apalagi Halmahera Utara  merupakan daerah rawan gempa dan jika pelajar memahami langkah penyelamatan maka akan meminimalkan korban jiwa," kata dia.

Ia menilai para pelajar akan punya pemahaman yang baik dan tidak takut apalagi panik saat gempa terjadi bahkan bisa memberi tahu kepada keluarga.

Saat memberi pengarahan ia mengingatkan para pelajar untuk tidak panik saat gempa terjadi dan segera berlindung di bawah meja.

"Kalau kita panik maka kecerdasan berkurang 50 persen sehingga bingung mau berbuat apa, oleh sebab itu saat gempa terjadi tetap tenang dan segera berlindung di bawah meja," katanya.

Setelah pengarahan dilakukan simulasi penyelamatan diri.

Sebelumnya  Kabupaten Halmahera Utara pernah mengalami gempa berkekuatan magnitude 5,2 pada April 2022 mengakibatkan 137 unit rumah rusak.

Rumah rusak berat dan sedang serta ringan mencapai 137 rumah yang tersebar di tiga kecamatan dan ada dua korban jiwa dengan luka ringan karena terkena reruntuhan material waktu gempa. 

 

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Ikhwan Wahyudi


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2023