Ambon (Antara Maluku) - Perputaran uang di Perum Pegadaian Cabang Ambon selama pelaksanaan Pemilihan anggota Legislatif (Pileg) bulan April 2014 di Kota Ambon hanya mencapai tiga persen.

"Hanya tiga persen saja atau sebesar Rp300 juta dari rata - rata tiap bulan," kata Kepala Perum Pegadaian Cabang Ambon Thomas Praptomo di Ambon, Rabu.

Dia mengatakan, setelah Pileg bulan April rata - rata proses gadai barang sampai penebusan lamanya bisa sampai empat bulan baru bisa dieksekusi atau diperpanjang lagi barang gadai, dan dari situ baru bisa diketahui dengan jelas uang tersebut digunakan untuk proses Pileg atau usaha lain.

"Apalagi sampai dengan barangnya tidak ditebus berarti uangnya digunakan untuk Pileg," katanya.

Thomas menjelaskan, perputaran uang saat kegiatan pileg rata - rata dalam bentuk gadai barang hiasan, bukan dalam bentuk kredit kreasi maupun kredit mikro dengan modal buku kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB).

"Sebab kalau gunakan kredit kreasi tidak mungkin sebab harus mengembangkan usaha dan lainnya, dengan demikian agak susah, apalagi pertumbuhan kredit kreasi sekarang ini masih tetap normal belum begitu menonjol," katanya.

Begitu juga dengan mikro yakni jaminan BPKB juga masih normal - normal saja, kecuali gadai barang itupun terjadi menjelang Pileg.

Sedangkan perkembangan semua usaha kredit di Pegadaian Ambon bisa mencapai delapan persen/bulan.

"Lain hal kalau perputarannya mencapai Rp satu miliar, itu mungkin bisa dikatakan naik," ujarnya.

Ditanya soal omzet tahun 2014 yang ditargetkan, Thomas mengatakan, sekarang ini Pegadaian sudah tidak lagi menggunakan omzet, tetapi uang yang masih beredar di masyarakat sebesar Rp85 miliar.

Dia menjelaskan, sistem lama yakni omzet biasanya kalau hari ini ambil maka besok yang bersangkutan sudah bisa tebus lagi, tetapi kalau sistem uang yang masih beredar di masyarakat, oleh pihak managemen agak bias, karena itu dipakai rumusan baru yakni uang yang benar - benar masih di tangan masyarakat.

"Kalau ditanya target yang akan dicapai Pegadaian Cabang Ambon yakni Rp92 miliar dan yang sudah tercapai sekarang ini sudah mencapai Rp72 miliar," katanya.

Kita akan menggunakan berbagai cara untuk pencapaian target, lanjutnya, sebab kondisi sekarang ini terkesan biasa - biasa saja tidak terlalu menonjol.

Pewarta: John Soplanit

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2014