Dobo (Antara Maluku) - Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Syahrin Abdurrahman menyatakan kasus pencurian ikan dan sumber daya hayati laut lainnya di perairan Indonesia berkurang.

"Secara umum bisa dikatakan berkurang. Sejak 2013 hingga sekarang kapal pelanggar yang tertangkap sekitar 50, biasanya (untuk periode sama) sekitar 80 kapal" kata Syahrin di Dobo, Minggu.

Syahrin berada di ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru ini dalam rangka meresmikan beroperasinya satu unit kapal cepat (speed boat) pengawas sumber daya hayati laut yang akan ditempatkan di Benjina.

Ia menjelaskan, berkurangnya kasus "illegal fishing" itu disebabkan dua faktor, yakni semakin meningkatnya kinerja aparat PSDKP dalam melakukan pengawasan kapal-kapal ikan yang melanggar ketentuan, dan komitmen negara-negara dunia untuk menolak untuk membeli hasil tangkapan yang tidak jelas dokumennya.

"Jadi bukan hanya berkat kesigapan aparat kita, tetapi juga komitmen negara-negara internasional untuk menolak hasil tangkapan yang tidak dilengkapi dokumen resmi," katanya.

Menyangkut armada pengawas sumber daya hayati laut di seluruh Indonesia, ia menyatakan tahun ini telah dioperasikan 10 unit speed boat yang dibuat dengan menggunakan anggaran tahun 2013.

Speed boat yang dikerahkan di kawasan Indonesia timur ada tiga unit, masing-masing ditempatkan di pos pengawasan Timika (Papua), Benjina (Maluku), dan Lombok (Nusa Tenggara Barat).

"Dengan beroperasinya 10 speed boat ini, tentu kita berharap kasus illegal fishing di perairan kita semakin berkurang," katanya, seraya menyatakan jumlah speed boat yang telah dioperasikan sampai saat ini berjumlah 85 unit.

Semua speed boat itu memiliki spesifikasi panjang 12 meter, lebar 3,20 meter, tinggi 1,60 meter, kecepatan maksimal 24 knot, dapat menampung 10 ABK (anak buah kapal).

Kapal cepat dengan kapasitas tangki bahan bakar 600 liter ini memiliki mesin berukuran 2 x 220 HP dengan kemampuan jelajah (endurance) tidak kurang dari delapan jam.

"Biaya pembuatan speed boat ini masing-masing Rp1.518 miliar," kata Syahrin.

Pewarta:

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2014