Pemerintah Kota Ambon, Maluku, mengandalkan penguatan sektor pariwisata dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai strategi utama dalam membuka lapangan kerja baru di tengah keterbatasan sumber daya alam di kota ini.

“Ambon tidak memiliki kekayaan alam berlimpah seperti tambang atau industri besar yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Oleh karena itu, pemerintah kota memfokuskan pengembangan ekonomi daerah pada sektor pariwisata dan UMKM,” kata Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena di Ambon, Rabu.

Ia melanjutkan di tengah keterbatasan sumber daya alam pemerintah kota juga tengah menggencarkan pengembangan pariwisata bahari, budaya dan sejarah.

Destinasi unggulan seperti Pantai Natsepa, Pantai Liang, Benteng Amsterdam, hingga ikon Gong Perdamaian Dunia menjadi magnet wisatawan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Berdasarkan data, sepanjang 2024, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Ambon mencapai sekitar 132.000 orang mengalami peningkatan sebesar 11,8 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 118.000 kunjungan.

Dari total tersebut, mayoritas merupakan wisatawan nusantara dengan estimasi mencapai 126.000 orang, sementara wisatawan mancanegara tercatat sekitar 6.000 orang.

Lonjakan kunjungan ini terutama terjadi pada periode Juni hingga Agustus, serta bulan November, seiring dengan penyelenggaraan berbagai ajang budaya dan libur nasional.

Beberapa destinasi yang paling diminati antara lain Pantai Natsepa, Liang, Benteng Amsterdam, Gong Perdamaian Dunia dan kawasan ekowisata di Desa Hukurila.

Sejalan dengan hal itu, pada 2024, jumlah pelaku UMKM di Kota Ambon mencapai 19.850 unit, naik hampir enam persen dari tahun sebelumnya.

Sektor yang mendominasi antara lain kuliner dan hasil olahan laut, kerajinan tangan serta perdagangan umum.

Pemerintah Kota Ambon terus mendorong penguatan UMKM melalui pelatihan, digitalisasi, serta penyaluran KUR kepada lebih dari 3.100 pelaku usaha.

Pemerintah Kota Ambon menargetkan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota dapat meningkat dari 17,5 persen pada 2023 menjadi 20 persen pada 2026, melalui program-program strategis seperti pelatihan, sertifikasi halal, digitalisasi dan akses pembiayaan berbasis KUR.

Oleh sebab itu dua sektor tersebut dinilai menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di kota itu.

Pada 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Ambon diperkirakan menurun menjadi sekitar 7,10 persen dibandingkan 7,34 persen pada tahun sebelumnya.

Dari sekitar 152.000 angkatan kerja, tercatat sekitar 10.800 orang masih aktif mencari pekerjaan.

Penurunan ini didorong oleh perluasan sektor informal dan UMKM, pelatihan vokasi serta dorongan pemerintah terhadap wirausaha muda.

 

 

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis

Editor : Moh Ponting


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2025