Ambon (ANTARA) -

Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku memfokuskan percepatan tanam padi pada 2026 sebagai langkah strategis meningkatkan produksi beras dan memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Maluku.

“Sebagai langkah percepatan tanam, kami akan lakukan pemetaan potensi tanam berbasis aplikasi, percepatan tanam maksimal 14 hari setelah panen, pemanfaatan lahan kosong, pergeseran pola tanam dengan prioritas padi, serta penyediaan alsintan, air, dan benih genjah,” kata Kepala BRMP Maluku Gunawan, di Ambon, Kamis.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan sinkronisasi data Luas Tambah Tanam (LTT) padi serta evaluasi kegiatan pertanian  2025 dan percepatan program pertanian  2026.

Ia menegaskan Indonesia telah mencapai swasembada pangan yang ditandai dengan produksi beras nasional  2025 sebesar 34,71 juta ton. Di Maluku, realisasi CPCP padi gogo tercatat mencapai 92,62 persen.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, produktivitas padi di Maluku mengalami peningkatan dari 4,6 ton per hektare pada 2024 menjadi 5,1 ton per hektare. Sementara capaian LTT padi hingga 19 Januari 2026 telah mencapai 51,03 persen dari target bulanan.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ilham Tauda menyampaikan realisasi tanam padi sawah dan padi gogo sepanjang 2025 telah mencapai 85,2 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut turut mendorong peningkatan estimasi produksi beras dibandingkan tahun sebelumnya.

Memasuki 2026, Pemerintah Provinsi Maluku menargetkan peningkatan LTT padi dan jagung, pemenuhan benih unggul dan berkualitas, pengembangan pangan lokal, peningkatan produktivitas dan efisiensi pertanian, serta kemudahan akses pembiayaan petani melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam kesempatan tersebut BRMP dan Dinas Pertanian Maluku juga menyamakan data dan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendukung percepatan tanam dan ketahanan pangan di Provinsi Maluku.

 



Pewarta: Winda Herman
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026