Ambon (ANTARA) - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku bersama Dinas Pertanian Provinsi Maluku memperkuat kemandirian benih lokal sehingga petani bisa mengelola dan menggunakan benih sendiri tanpa bergantung pasokan dari luar.

"BBRMP menggelar  pertemuan produsen dan penangkar benih se-Maluku  di Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebun (BBPPTP) Ambon guna merumuskan upaya memperkuat kemandirian benih lokal," kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan di Ambon, Kamis.

Menurut dia pihaknya menyusun  langkah strategis dalam mendorong penyediaan benih bermutu sebagai kunci peningkatan produksi dan produktivitas tanaman di Maluku. 

Pihaknya mendukung jika akan dibentuk asosiasi penangkar benih. Menurutnya, asosiasi akan menjadi jembatan antara penangkar, pemerintah, dan konsumen, sekaligus memperkuat kapasitas teknis dan administrasi penangkar agar siap mendukung program pemenuhan kebutuhan benih perkebunan.

Kepala BBPPTP Ambon Kardiyono mengatakan keberadaan penangkar benih tidak dapat dipisahkan dari upaya penyediaan benih berkualitas. Karena itu, penyediaan benih bermutu menjadi prioritas program Kementerian Pertanian di Maluku pada 2026.

Ia mendorong pemanfaatan pohon induk di sekitar lokasi sebagai sumber benih, yang dinilai tidak hanya mendukung ketersediaan benih lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja serta membangkitkan kembali kejayaan rempah di Maluku.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Ilham Tauda, menyampaikan pihaknya terus mendorong pendaftaran dan pelepasan varietas lokal, termasuk pala dan cengkih hutan. 

Ia menekankan pentingnya peran aktif penangkar serta perlunya pembentukan asosiasi sebagai wadah komunikasi dan koordinasi.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi tonggak awal bagi Maluku untuk mandiri dalam penyediaan benih lokal melalui kolaborasi pemerintah, penangkar, dan masyarakat.

Selain penguatan kapasitas penangkar, pertemuan tersebut juga sebagai langkah sinergisitas lintas lembaga dalam pengawasan mutu benih, mulai dari proses produksi, sertifikasi, hingga distribusi, agar benih lokal yang dihasilkan memenuhi standar dan mampu bersaing dengan benih dari luar daerah.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026