Ambon (ANTARA) -

Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku menyiapkan rakitan teknologi Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk membantu petani mengetahui tingkat kesuburan tanah dan menentukan dosis pemupukan yang lebih presisi sesuai kondisi lahan.

“PUTS merupakan alat sederhana yang digunakan untuk mengukur kandungan unsur hara tanah, khususnya nitrogen (N), sebagai dasar rekomendasi pemupukan per hektare,” kata Kepala BRMP Maluku Gunawan, di Ambon, Selasa.

Pengujian dilakukan dengan mengambil sampel tanah dari lahan petani, mencampurkannya, lalu memasukkannya ke dalam wadah berisi cairan reagen hingga terjadi perubahan warna yang menunjukkan kadar unsur hara tanah.

“Dari perubahan warna itu bisa diketahui kebutuhan nitrogen di lahan tersebut, apakah sekitar 200 kilogram urea per hektare atau bahkan bisa lebih dari 300 kilogram, tergantung kondisi tanahnya,” ujar Gunawan.

Saat ini, BRMP Maluku memiliki dua unit PUTS beserta dua refill. Jumlah tersebut dinilai masih mencukupi untuk membantu petani dan penyuluh dalam melakukan pengecekan kebutuhan serta dosis pemupukan di lapangan. Namun, penambahan unit PUTS tetap terbuka apabila kebutuhan di lapangan meningkat.

Selain menyediakan dan menerapkan PUTS, BRMP Maluku juga secara rutin melakukan bimbingan teknis (bimtek) kepada penyuluh dan petani sebagai bagian dari tugas pendampingan penerapan teknologi pertanian berbasis kondisi spesifik lokasi.

Dalam pelaksanaannya, BRMP Maluku menegaskan tidak memiliki kewenangan dalam penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Peran lembaga ini lebih difokuskan pada pengawalan, pengawasan, serta pendampingan teknis terhadap proses dan pemanfaatan teknologi di lapangan.

“Mekanisme bantuan alsintan berasal dari kelompok tani atau gapoktan yang mengajukan ke dinas kabupaten, kemudian diteruskan ke provinsi dan selanjutnya ke Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian,” jelasnya.

BRMP Maluku akan mengawal proses tersebut hingga tahap penerapan, serta membantu petani dalam memaksimalkan penggunaan alsintan, mulai dari pengolahan lahan yang lebih sempurna, pemilihan varietas yang sesuai, hingga penerapan pemupukan berimbang.

Lebih lanjut, BRMP Maluku mendorong kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) agar secara mandiri memiliki PUTS. Langkah ini dinilai penting untuk memudahkan petani dalam memantau kesuburan tanah dan menerapkan pemupukan yang lebih efisien dan tepat sasaran.

“Setiap wilayah memiliki karakteristik tanah yang berbeda. Karena itu, teknologi yang kami terapkan selalu berbasis spesifik lokasi agar benar-benar menjawab kebutuhan petani,” ucapnya.



Pewarta: Winda Herman
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026