Jakarta (ANTARA) - Pengamat pasar modal Elandry Pratama menjelaskan bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebabkan oleh investor yang mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, dan mengalihkan dananya ke aset yang lebih aman.
Menurutnya, sikap tersebut merupakan respons investor terhadap adanya kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global.
"Tekanan terjadi cukup merata, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot dominan terhadap indeks, sehingga penurunannya berdampak signifikan terhadap IHSG," ujar Elandry saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Dari dalam negeri, Elandry menjelaskan pelemahan kurs rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS, turut menekan sentimen pasar saham karena meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas makro dan potensi capital outflow (dana asing keluar).
"Selain itu, tekanan teknikal akibat penembusan level support juga mempercepat aksi jual di pasar," ujar Elandry.
Dari mancanegara, ia menjelaskan pelaku pasar merespons meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, dan sentimen risk-off yang mendorong perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman.
Menurutnya, saat ini investor asing cenderung berada dalam mode wait and see, yaitu fokus utama mereka adalah stabilitas nilai tukar rupiah, arah suku bunga global, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selama volatilitas rupiah masih tinggi, ia menjelaskan bahwa foreign flow (arus dana asing) berpotensi tetap akan berhati-hati.
"Namun sejauh ini, saya melihat lebih banyak aksi pengurangan risiko jangka pendek dibanding perubahan pandangan fundamental terhadap pasar Indonesia secara keseluruhan," ujar Elandry.
Terkait proyeksi IHSG ke depan, Elandry memproyeksikan dalam jangka pendek masih berpotensi bergerak volatil karena sentimen global dan pergerakan kurs rupiah masih menjadi faktor dominan.
Namun demikian, setelah koreksi yang cukup dalam, peluang technical rebound tetap terbuka apabila tekanan jual mulai mereda dan arus dana asing menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
"Investor sebaiknya fokus pada saham dengan fundamental kuat dan menjaga manajemen risiko di tengah kondisi pasar yang masih sensitif terhadap sentimen eksternal," ujar Elandry
Data penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu hari ini, IHSG tercatat melemah hingga 305,94 poin atau 4,94 persen ke posisi 5.889,48.
Adapun, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.798.806 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 26,37 miliar lembar saham senilai Rp14,89 triliun. Sebanyak 35 saham naik, 714 saham menurun, dan 64 tidak bergerak nilainya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pengamat: IHSG turun karena investor alihkan dana ke aset lebih aman
Pewarta: Muhammad HeriyantoUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026