Ambon (ANTARA) -
Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku menegaskan komitmennya untuk fokus pemetaan dan pengembangan komoditas unggulan daerah guna memperkuat kemandirian pangan di Provinsi Maluku.
“Berdasarkan hasil diskusi, teridentifikasi sejumlah komoditas unggulan strategis yang terus dikembangkan. Pada sektor perkebunan, pala dan cengkeh kembali dipetakan sebagai produk andalan yang jadi kekuatan historis dan ekonomi Maluku, disusul kelapa dan kakao yang berpeluang tinggi dikembangkan melalui peningkatan produktivitas dan hilirisasi,” kata Kepala BRMP Maluku Gunawan.
Penegasan Kepala BMRP Maluku itu disampaikannya seusai pertemuan antara jajaran BRMP dan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, saat kunjungan kerja ke kantor BRMP di Ambon, Jumat.
Wakil Gubernur diterima langsung oleh Kepala BRMP Maluku, Gunawan, sebagai bentuk sinergisitas antara pemerintah daerah dan lembaga teknis dalam mendukung target swasembada pangan nasional maupun daerah.
Dalam pertemuan tersebut, BRMP dan Pemprov Maluku membahas pelaksanaan program penguatan produksi pangan setelah keberhasilan nasional mencapai swasembada pangan pada 2025. BRMP menilai capaian tersebut menjadi momentum bagi Maluku untuk memperkuat ketahanan pangan hingga tingkat kabupaten dan desa.
Pada subsektor tanaman pangan, padi sawah dan padi gogo menjadi prioritas utama, terutama di Pulau Seram dan Maluku Tengah, untuk menopang swasembada pangan daerah. Jagung dan umbi-umbian turut diproyeksikan sebagai komoditas alternatif penguatan pangan masyarakat.
“Sementara di sektor hortikultura, cabai, bawang merah, dan sayuran dinilai strategis untuk menekan inflasi daerah,” ujarnya.
Gunawan menyampaikan, peningkatan produktivitas padi di Maluku tercatat naik 12 persen pada 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Kenaikan tersebut tidak lepas dari pendampingan penyuluh pertanian, dukungan dinas teknis, hingga sinergisitas lintas sektor melibatkan BRMP, Bulog, Badan Wilayah Sungai(BWS), PLN, dan TNI.
“Maluku juga punya komoditas yang bisa dikembangkan kembali, termasuk rempah-rempah. Bagaimana mengembalikan kejayaan pala, cengkeh, kelapa, bahkan sukun sebagai identitas ekonomi daerah,” ucapnya.
Ia menegaskan pemetaan wilayah pertanian dari hulu hingga hilir menjadi kunci penguatan produksi dan memastikan pengembangan komoditas sesuai karakteristik wilayah.
BRMP berharap kolaborasi dengan pemda dapat menghasilkan program peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani, menjadikan Maluku sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BRMP fokus pemetaan komoditas unggulan untuk kemandirian Maluku
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026