Ambon (Antara Maluku) - Stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, selama bulan Ramadhan, cukup hingga dua bulan ke depan, kata Kadis Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Aru, Ruddy Siwabessy.
Berdasarkan pantauan tim pengawasan yang setiap hari melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisonal, dan toko swalayan, stok beras cukup tersedia, ujar Rudy Siwabessy di Ambon, Jumat.
"Jadi masyarakat, terutama yang beragama Islam tidak perlu ragu dengan stok beras karena terjamin hingga ke 117 desa/kelurahan," ujarnya.
Apalagi, 11 distributor intensif memasok beras dari Surabaya maupun Makassar.
"Stretegis Kepulauan Aru saat ini masuk program tol laut untuk mata rantai distribusi bahan pokok masyarakat sehingga kelancaran pemasokan maupun stok terjamin," kata Ruddy.
Dia mengemukakan tim pengawasan juga melakukan pemantauan terhadap kemungkinan beredarnya beras plastik maupun bahan pokok masyarakat sudah kadaluarsa.
"Beras plastik belum ditemukan, sedangkan sejumlah produk kedaluarsa diamankan karena sebelumnya telah dilakukan sosialisasi," tegas Ruddy.
Disinggung tanggapan distributor terhadap program tol laut, dia menjelaskan bahwa mereka cukup memberi apresiasi karena biaya operasional relatif akan lebih murah.
"Memang ditribusi bahan pokok terjamin kelancarannya sehingga biaya operasional juga lebih murah sehingga mendorong peluang bisnis," ujar Ruddy.
Dia menambahkan masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru yang secara geografis dekat dengan Australia juga mengonsumsi umbi-umbian sebagai pengganti beras yang mengandung karbohidrat.
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2015
Berdasarkan pantauan tim pengawasan yang setiap hari melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisonal, dan toko swalayan, stok beras cukup tersedia, ujar Rudy Siwabessy di Ambon, Jumat.
"Jadi masyarakat, terutama yang beragama Islam tidak perlu ragu dengan stok beras karena terjamin hingga ke 117 desa/kelurahan," ujarnya.
Apalagi, 11 distributor intensif memasok beras dari Surabaya maupun Makassar.
"Stretegis Kepulauan Aru saat ini masuk program tol laut untuk mata rantai distribusi bahan pokok masyarakat sehingga kelancaran pemasokan maupun stok terjamin," kata Ruddy.
Dia mengemukakan tim pengawasan juga melakukan pemantauan terhadap kemungkinan beredarnya beras plastik maupun bahan pokok masyarakat sudah kadaluarsa.
"Beras plastik belum ditemukan, sedangkan sejumlah produk kedaluarsa diamankan karena sebelumnya telah dilakukan sosialisasi," tegas Ruddy.
Disinggung tanggapan distributor terhadap program tol laut, dia menjelaskan bahwa mereka cukup memberi apresiasi karena biaya operasional relatif akan lebih murah.
"Memang ditribusi bahan pokok terjamin kelancarannya sehingga biaya operasional juga lebih murah sehingga mendorong peluang bisnis," ujar Ruddy.
Dia menambahkan masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru yang secara geografis dekat dengan Australia juga mengonsumsi umbi-umbian sebagai pengganti beras yang mengandung karbohidrat.
Editor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2015