Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara menggandeng Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Malut menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Milad Ke-56 KAHMI di Kota Ternate.

"GPM tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemprov Malut melalui Dinas Pangan dengan Majelis Wilayah KAHMI Malut sebagai upaya untuk menekan harga bahan pokok sekaligus memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Kolaborasi dua lembaga ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah dinamika harga bahan pokok," kata Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe usai kegiatan yang dipusatkan di Taman Nukila Kota Ternate pada Minggu.

Dia mengatakan Program GPM ini mendapat respons antusias dari masyarakat khususnya di Kota Ternate.

Oleh karena itu, dirinya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemprov Malut dan KAHMI.

Ia menegaskan bahwa kerja sama semacam ini akan terus dilanjutkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Saya mengapresiasi teman-teman KAHMI Maluku Utara dan seluruh jajarannya. Kolaborasi ini akan terus dilakukan untuk membantu masyarakat," ujarnya.

Sarbin menambahkan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen kuat dalam menjaga stabilitas harga pangan, dan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen penting untuk mencapai tujuan tersebut.

"Kepentingan kita cuma satu, yaitu mensejahterakan masyarakat," tegasnya.

Pada kegiatan ini, panitia menyiapkan 750 paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat melalui sistem kupon. Dari jumlah tersebut, 500 paket merupakan kontribusi KAHMI Malut.

Sedangkan, untuk 250 paket lainnya disediakan oleh Dinas Pangan Provinsi. Paket sembako yang diberikan terdiri atas 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir dan 900 ml minyak goreng.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur kepada sejumlah masyarakat penerima manfaat.

Sementara itu, Presidium Wilayah KAHMI Malut, Hj. Naila Ibrahim dalam kesempatan yang sama berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah tidak hanya berhenti pada momentum peringatan Milad, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan manfaat yang lebih luas.

"Semoga tahun depan, dari 750 paket sembako bertambah menjadi 2.000 paket," harapnya.

Menurut Naila, KAHMI berkomitmen untuk terus berperan dalam upaya penguatan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi ibu rumah tangga yang sangat merasakan dampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh daerah, antara lain Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Staf Ahli Pemerintah Kota Ternate, Kepala Dinas Pangan Malut, Kepala Biro Ekonomi, unsur Forkopimda Kota Ternate, serta pengurus Majelis Wilayah KAHMI Maluku Utara.

"Dengan terlaksananya GPM ini, pemerintah dan KAHMI berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat serta menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di Malut," ujarnya.

 

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Ikhwan Wahyudi


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2025