Ambon (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku menggandeng Gereja untuk bersinergi dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran agama dalam pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Ambon, Selasa saat membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah Gereja Sidang Jemaat Allah (Rakerda GSJA) Maluku 2025.
“Gereja adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang berakhlak, berbudaya, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Maluku,” katanya.
Menurutnya pelaksanaan Rakerda GSJA merupakan bentuk tanggung jawab umat dalam memperbarui diri dan memperkuat pelayanan di tengah masyarakat.
Apalagi Rakerda GSJA tahun ini mengangkat tema "Strong In Faith, Steadfast In Calling” atau kuat dalam iman, teguh dalam panggilan), yang menurut Gubernur sangat relevan dengan tantangan masa kini.
“Tema tersebut mencerminkan semangat dan komitmen untuk hidup berdasarkan iman yang kokoh serta kesetiaan dalam menjalankan setiap tugas dan panggilan Tuhan,” kata dia.
Ia menekankan bahwa gereja memiliki peran penting, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan sosial, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
“Program kerja gereja diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dengan memberdayakan jemaat baik secara spiritual maupun ekonomi, guna mendorong terciptanya masyarakat yang sejahtera,” ujarnya.
Oleh sebab itu kata dia Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing menjadi fondasi utama dalam memperkuat peran gereja dalam pembangunan daerah.
Upaya ini dapat diwujudkan melalui integrasi nilai-nilai keagamaan dalam sistem pendidikan, baik formal maupun nonformal, agar generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.
Tak hanya gereja, lembaga keagamaan seperti pesantren, rumah ibadah, dan majelis taklim perlu diberdayakan sebagai pusat pembinaan karakter dan etika sosial masyarakat.
Nilai-nilai agama yang menekankan kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kerja keras harus ditanamkan sebagai bagian dari etos kerja dan budaya produktif masyarakat daerah.
Lewerissa berharap Rakerda GSJA menghasilkan program strategis yang selaras dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Maluku, dan menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor.
“Marilah kita jadikan Rakerda ini sebagai ajang menyatukan langkah, memperkuat komitmen, dan bergotong royong membangun Maluku yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis. Par Maluku pung bae,” tutupnya.
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul AzisUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026