Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Maluku membuka sembilan posko terpadu angkutan Lebaran Idul Fitri 2026 untuk mendukung kelancaran arus mudik serta meningkatkan pengawasan pelayanan transportasi di wilayah Maluku.
“Empat posko di antaranya ditempatkan di pelabuhan penyeberangan yang memiliki mobilitas penumpang cukup tinggi, yakni Pelabuhan Hunimua, Waipirit, Galala, dan Namlea,” kata Kepala BPTD Maluku Hasan Bisri, di Ambon, Jumat.
Selain itu, BPTD Maluku juga menyiapkan beberapa posko perhitungan lalu lintas yang tersebar di sejumlah titik strategis, yaitu kawasan MCM, bawah Jembatan Merah Putih, Wayame, serta unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor (UPPKB) Passo atau jembatan timbang.
Terkait UPPKB Passo, BPTD Maluku menjelaskan, lokasi tersebut berdasarkan instruksi pusat, harusnya disiapkan sebagai rest area bagi pengendara, namun tidak memungkinkan.
Hal ini karena jaraknya yang relatif dekat dengan pusat Kota Ambon sehingga dinilai kurang efektif sebagai tempat beristirahat bagi pengguna jalan.
Dalam mendukung koordinasi penyelenggaraan angkutan Lebaran, BPTD Maluku juga menempatkan personel di Pelabuhan Yos Sudarso dan Pelabuhan Slamet Riyadi. Total personel sebanyak 167 tersebar di seluruh Posko.
Langkah tersebut dilakukan sesuai arahan Kementerian Perhubungan yang menunjuk KSOP Kelas I Ambon sebagai koordinator wilayah penyelenggaraan angkutan Lebaran.
“Jika ada permasalahan terkait angkutan Lebaran akan dihimpun di KSOP, kemudian disampaikan kepada stakeholder terkait seperti BPTD, Dinas Perhubungan, dan pihak lainnya,” jelasnya.
Selain pengawasan transportasi, BPTD Maluku juga memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi para pengguna jasa selama masa angkutan Lebaran.
Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Jasa Raharja yang akan menyediakan layanan kesehatan secara mobile di sejumlah titik.
Sementara di Pelabuhan Hunimua, layanan kesehatan tetap juga disiapkan melalui kerja sama dengan puskesmas setempat.
Sebelumnya, pihaknya telah memprediksi jumlah penumpang angkutan penyeberangan pada Lebaran 2026, meningkat 4 persen dibandingkan tahun 2025.
Pada lintasan Hunimua-Waipirit (PP), jumlah penumpang (PNP) pada 2025 tercatat 25.371 orang dan diprediksi naik menjadi 26.385 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 12.151 unit pada 2025 diperkirakan meningkat menjadi 12.637 unit, sementara kendaraan roda empat dari 4.630 unit menjadi 4.815 unit.
Di lintasan Waipirit, jumlah penumpang 2025 sebanyak 21.376 orang diproyeksikan naik menjadi 22.231 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 11.596 unit menjadi 12.059 unit, dan kendaraan roda empat dari 4.563 unit menjadi 4.745 unit.
Sementara itu, lintasan Galala, jumlah penumpang 2025 tercatat 2.357 orang dan diprediksi naik menjadi 2.451 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 1.450 unit menjadi 1.508 unit, serta kendaraan roda empat dari 391 unit menjadi 406 unit.
Adapun lintasan Namlea, jumlah penumpang 2025 sebanyak 2.024 orang diperkirakan meningkat menjadi 2.105 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 1.260 unit menjadi 1.310 unit, dan kendaraan roda empat dari 395 unit menjadi 411 unit.
Prediksi kenaikan 4 persen tersebut mempertimbangkan tren pergerakan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berjalan lancar.
Editor : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026