Ambon (ANTARA) -

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Maluku menyiapkan langkah antisipasi pelaksanaan operasional Angkutan Lebaran  2026  pada angkutan penyeberangan.

“Sejumlah skenario disiapkan untuk mengurai potensi antrean dan kepadatan penumpang serta kendaraan di pelabuhan penyeberangan selama periode Lebaran,” kata Kepala BPTD Maluku Hasan Bisri, di Ambon, Sabtu. 

Ia mengatakan, untuk mengantisipasi antrean di dalam dan luar area pelabuhan, petugas akan melakukan pengaturan arus lalu lintas keluar dan masuk area pelabuhan penyeberangan.

Selain itu, proses bongkar muat kapal akan dipercepat serta dilakukan rekayasa lalu lintas di luar area pelabuhan.

Langkah tersebut melibatkan pengelola pelabuhan dan operator kapal, dengan dukungan dari BPTD, kepolisian, TNI, Jasa Raharja, serta dinas perhubungan kabupaten/kota setempat.

“Pada kondisi padat, penanganan dilakukan dengan menambah trip penyeberangan. Sementara jika terjadi kondisi sangat padat, pengelola pelabuhan dan operator kapal akan melakukan penambahan armada apabila memungkinkan,” ujarnya. 

Selain itu, dalam penanganan rombongan VIP maupun rombongan ibadah, pihak pengelola akan melakukan koordinasi dengan penyelenggara serta menyiapkan jalur dan kapal yang akan digunakan.

Seluruh langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Maluku, khususnya pada layanan angkutan penyeberangan.

Sebelumnya, BPTD Kelas II Maluku memprediksi jumlah penumpang angkutan penyeberangan pada Lebaran 2026 akan meningkat empat persen dibandingkan  2025.

Hal tersebut disampaikan seiring dimulainya persiapan dan ramp check sarana prasarana pendukung angkutan Lebaran.

Di lintasan Hunimua–Waipirit (PP), jumlah penumpang  pada 2025 tercatat 25.371 orang dan diprediksi naik menjadi 26.385 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 12.151 unit pada 2025 diperkirakan meningkat menjadi 12.637 unit, sementara kendaraan roda empat dari 4.630 unit menjadi 4.815 unit.

Pada lintasan Waipirit, jumlah penumpang 2025 sebanyak 21.376 orang diproyeksikan naik menjadi 22.231 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 11.596 unit menjadi 12.059 unit, dan kendaraan roda empat dari 4.563 unit menjadi 4.745 unit.

Sementara itu, di lintasan Galala, jumlah penumpang 2025 tercatat 2.357 orang dan diprediksi naik menjadi 2.451 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 1.450 unit menjadi 1.508 unit, serta kendaraan roda empat dari 391 unit menjadi 406 unit.

Adapun lintasan Namlea, jumlah penumpang 2025 sebanyak 2.024 orang diperkirakan meningkat menjadi 2.105 orang pada 2026. Kendaraan roda dua dari 1.260 unit menjadi 1.310 unit, dan kendaraan roda empat dari 395 unit menjadi 411 unit.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026