Ambon (ANTARA) -
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon meningkatkan jumlah perjalanan kapal di lintasan penyeberangan Hunimua–Waipirit menjadi 17 trip per hari guna mengurai potensi antrean kendaraan dan penumpang menjelang arus mudik Lebaran.
“Biasanya kami melayani 13 trip, sekarang kami tingkatkan menjadi 17 trip. Kapal yang beroperasi tetap lima unit dengan skema lima kapal berjalan dan satu kapal off, sehingga total kapal di lintasan ini ada enam,” kata General Manager (GM) ASDP Ambon Syamsuddin Tanassy, di Ambon, Jumat.
Ia mengatakan, peningkatan jumlah trip dilakukan setelah pihaknya berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Maluku terkait pengaturan jadwal pelayaran di lintasan tersebut.
Ia menjelaskan, pola operasi lima kapal tersebut dipertahankan karena dinilai efektif mengurangi waktu tunggu penumpang. Berdasarkan pengalaman pada periode Natal dan Tahun Baru lalu, sistem tersebut membuat kendaraan yang datang dapat langsung terlayani tanpa harus menunggu lama di pelabuhan.
“Dengan lima kapal, setiap sekitar satu jam sudah ada kapal yang sandar di dermaga. Jadi kendaraan yang akan menyeberang tidak perlu menunggu terlalu lama,” ujarnya.
Menurutnya, dengan tambahan trip tersebut jumlah perjalanan kapal bahkan berpotensi meningkat hingga 20 trip apabila satu kapal tambahan dioperasikan selama 24 jam penuh.
“Rencananya ada satu kapal yang beroperasi 24 jam, sehingga total trip bisa mencapai 20. Untuk saat ini kami siapkan 17 trip terlebih dahulu,” ujarnya.
Selain menambah jumlah trip, ASDP juga melakukan penyesuaian waktu bongkar muat kapal. Jika biasanya proses bongkar muat berlangsung sekitar satu jam, pada jam-jam tertentu yang rawan kepadatan waktu tersebut akan dipersingkat menjadi sekitar 45 menit.
ASDP juga memprediksi adanya peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan sekitar 4–5 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Di sisi lain, ASDP Maluku juga berkolaborasi dengan pihak Angkasa Pura dalam penyediaan kuota tiket gratis bagi masyarakat. Program ini tetap menggunakan sistem tiket resmi agar penumpang tetap terlindungi asuransi selama perjalanan.
“Kalau disebut mudik gratis tanpa tiket itu berisiko karena tidak dilengkapi asuransi. Jadi masyarakat tetap datang mendaftar dan mendapatkan tiket resmi yang sudah disiapkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Maluku Semuel Huwae mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan transportasi laut selama masa angkutan Lebaran, khususnya di Pelabuhan Hunimua yang menjadi salah satu titik dengan mobilitas penumpang tinggi.
“Kami ingin memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa transportasi. Pesan gubernur juga agar setiap posko, terutama di Hunimua yang padat lalu lintasnya, bisa dimaksimalkan dengan baik,” ucapnya.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026