Ambon (ANTARA) -
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon, Maluku, mengoperasikan dua kapal untuk layanan penyeberangan 24 jam pada puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan Hunimua–Waipirit.
“Layanan operasional 24 jam ini kami berlakukan khusus untuk mengurai potensi kepadatan pada puncak arus balik, terutama di lintasan Hunimua–Waipirit,” kata General Manager ASDP Cabang Ambon Syamsuddin Tanassy, di Ambon, Sabtu.
Berdasarkan informasi pada materi layanan yang dirilis, pelayanan 24 jam diberlakukan khusus pada 28–29 Maret 2026 dengan mengoperasikan KMP Terubuk dan KMP Rokatenda. Jadwal tambahan ini melayani penyeberangan malam hari, masing-masing pukul 22.15 WIT hingga 03.15 WIT, guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan pada periode arus balik.
Ia menambahkan, pengoperasian dua kapal tambahan tersebut diharapkan dapat mempercepat pergerakan penumpang dan kendaraan pada periode krusial arus balik.
“Kami juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan layanan pembelian tiket secara daring untuk menghindari antrean di pelabuhan,” ujarnya.
Sementara itu, data produksi angkutan Lebaran pada H+5 atau 27 Maret 2026 menunjukkan adanya peningkatan signifikan di sejumlah indikator, khususnya di Pelabuhan Hunimua.
Di Pelabuhan Hunimua, jumlah trip kapal tercatat 18 perjalanan atau naik 6 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penumpang pejalan kaki mencapai 1.193 orang atau naik 29 persen, sementara penumpang dalam kendaraan meningkat 44 persen menjadi 2.582 orang.
Kenaikan juga terjadi pada jumlah kendaraan, masing-masing roda dua sebanyak 664 unit (naik 35 persen), kendaraan kecil 206 unit (naik 48 persen), bus 14 unit (naik 100 persen), serta truk 63 unit (naik 186 persen).
Berbeda dengan Hunimua, di Pelabuhan Waipirit pergerakan penumpang cenderung fluktuatif. Jumlah pejalan kaki tercatat 1.330 orang atau turun 15 persen, sementara penumpang dalam kendaraan relatif stabil dengan penurunan tipis 1 persen menjadi 3.007 orang.
Untuk kendaraan, roda dua mengalami penurunan 30 persen menjadi 647 unit. Namun kendaraan kecil meningkat 54 persen menjadi 302 unit, bus naik 70 persen menjadi 17 unit, dan truk meningkat 40 persen menjadi 66 unit.
Secara umum, operasional penyeberangan di kedua pelabuhan dilaporkan berjalan lancar. Kondisi cuaca terpantau cerah berawan disertai angin, dengan arus kendaraan yang terkendali serta aktivitas pelabuhan berlangsung aman.
Pewarta: Winda HermanEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026