Ambon (ANTARA) -
PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Ambon, Maluku, mencatat sebanyak 43 penumpang pejalan kaki dan 61 kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Hunimua dan Waipirit dalam layanan operasional penyeberangan 24 jam pada arus mudik Lebaran.
“Operasional 24 jam ini sudah kami siapkan untuk memastikan kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran. Kami melihat tren pergerakan mulai meningkat, terutama kendaraan angkutan barang,” kata General Manager (GM) ASDP Ambon Syamsuddin Tanassy, di Ambon, Rabu.
Berdasarkan data operasional per 17 Maret 2026, pada trip pukul 22.15 WIT di Pelabuhan Hunimua, KMP Terubuk mengangkut 2 penumpang pejalan kaki, 1 unit sepeda motor, 2 kendaraan roda empat, dan 4 unit truk. Selanjutnya pada trip pukul 01.45 WIT dari pelabuhan yang sama, jumlah penumpang meningkat menjadi 23 orang, dengan muatan 3 sepeda motor, 10 kendaraan roda empat, dan 7 unit truk.
Sementara itu, dari Pelabuhan Waipirit, pada trip pukul 00.15 WIT tercatat 13 penumpang pejalan kaki, 8 sepeda motor, 6 kendaraan roda empat, dan 4 unit truk. Adapun pada trip pukul 03.15 WIT, kapal kembali mengangkut 5 penumpang pejalan kaki, 3 sepeda motor, 3 kendaraan roda empat, serta 10 unit truk.
General Manager ASDP Ambon menyebutkan bahwa penerapan layanan 24 jam ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik, khususnya kendaraan logistik dan penumpang antar pulau.
Menurutnya, dominasi kendaraan truk pada beberapa trip dini hari menjadi indikator penting bahwa distribusi logistik tetap berjalan lancar selama periode mudik.
“Ini penting agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terjadi kelangkaan di wilayah tujuan,” tambahnya.
Kebijakan operasional feri 24 jam ini merupakan bagian dari program pemerintah yang umumnya diintensifkan oleh Kementerian Perhubungan bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, terutama selama masa angkutan Lebaran.
Sejumlah pengguna jasa turut merespons positif kebijakan tersebut. Salah satu sopir truk, Ali, mengaku terbantu dengan adanya layanan tanpa henti ini karena dapat mengatur waktu perjalanan lebih fleksibel.
“Kalau dulu harus tunggu jadwal, sekarang bisa langsung jalan. Jadi pengiriman barang lebih cepat sampai,” katanya.
Ia berharap layanan 24 jam ini tidak hanya diterapkan saat Lebaran, tetapi juga bisa berlangsung secara konsisten, terutama untuk mendukung kelancaran distribusi logistik antar wilayah di Maluku.
“Harapannya bisa terus ada, bukan hanya musim mudik saja, supaya kami sopir juga lebih mudah atur waktu dan biaya operasional,” tambahnya.
Hal senada disampaikan seorang penumpang Ode Dermansya yang memanfaatkan perjalanan dini hari. Ia menilai layanan 24 jam membantu menghindari antrean panjang di siang hari.
“Lebih enak berangkat malam atau subuh, tidak terlalu ramai. Proses naik kapal juga lebih cepat,” ucapnya.
ASDP Ambon memastikan memastikan akan terus mengoptimalkan layanan penyeberangan selama periode angkutan Lebaran guna menjaga kelancaran arus penumpang dan kendaraan di lintasan utama Maluku.
Sebelumnya, ASDP Ambon menyiapkan satu unit kapal yang akan beroperasi selama 24 jam pada H-3 dan H-2 Lebaran guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa angkutan Lebaran 2026.
Kebijakan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi bersama para pemangku kepentingan terkait penyelenggaraan angkutan Lebaran, khususnya untuk memastikan seluruh penumpang dapat terlayani dengan baik.
Dalam skema tersebut, kapal KMP Terubuk akan dioperasikan selama 24 jam untuk melayani penyeberangan di lintasan Hunimua–Waipirit dan Waipirit–Hunimua.
Pengoperasian kapal ini diperuntukkan bagi masyarakat yang belum terangkut pada layanan reguler, yang mana layanan penyeberangan reguler biasanya berakhir pada pukul 23.00 WIT.
Pewarta: Winda HermanEditor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026