Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) meningkatkan ekonomi kerakyatan masyarakat pesisir, terutama dalam upaya memperkuat peran nelayan serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Pulau Taliabu.
"Kami lakukan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman lebih luas mengenai akses pembiayaan usaha melalui fasilitas KUR yang mudah, cepat, dan terjangkau, terutama bagi masyarakat di Pulau Taliabu," kata Wagub Malut Sarbin Sehe usai melakukan sosialisasi KUR di Pulau Taliabu, Jumat.
Dia mengatakan, program Ini merupakan bentuk komitmen kepemimpinan Gubernur Sherly Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe memiliki keinginan besar agar para nelayan dan UMKM bisa mandiri dan sejahtera.
Dalam kesempatan itu, peserta diberikan penjelasan terkait persyaratan, prosedur pengajuan, manfaat, serta peran KUR dalam mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, menengah, dan sektor nelayan.
Kehadiran Wakil Gubernur dan pihak bank diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat, sehingga program KUR dapat lebih tepat sasaran serta membantu peningkatan perekonomian masyarakat desa.
Menurutnya, Pemprov Malut terus menggenjot dan percepat pemerataan ekonomi rakyat, sekaligus mendorong simpul-simpul perekonomian rakyat dengan tetap berorientasi pada kemitraan dan pengembangan potensi lokal.
Sehingga, dengan adanya program KUR dari pemerintah, diharapkan dapat mendorong pengembangan sektor riil dalam peningkatan pertumbuhan perekonomian.
Wagub mengungkapkan, tujuan sosialisasi KUR untuk membantu para nelayan Provinsi Maluku Utara agar menjadi nelayan yang dari bertahan menjadi berkembang, dari bergantung menjadi mandiri dan dari informal menjadi profesional.
Ia mengatakan, pemerintah hanya sebagai regulator dan fasilitator untuk nelayan melalui kolaborasi dan sinergi program antara Pemprov bersama BRI sebagai upaya permodalan bagi nelayan melalui KUR.
Maluku Utara ada 36 ribu nelayan sementara setiap tahun sekitar 200 kapal yang diberikan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.
Sehingga, melalui sosialisasi ini, Wagub berharap nelayan Maluku Utara ke depan agar lebih mandiri lagi terutama dalam pola manajemen.
"Pemprov hanya membantu mesin 15 pk sedangkan untuk kapal nelayan bisa melalui KUR, begitu juga bagi nelayan yang tidak memiliki mesin, maka kapal juga melalui KUR," tambahnya.
Editor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026