Ambon, Maluku (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Maluku melakukan perluasan area tanam guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah, yang sejalan dengan kebijakan swasembada pangan nasional.

Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath di Ambon, Maluku, Kamis mengatakan, sebagai bentuk keberlanjutan program, Pemerintah Provinsi Maluku menargetkan pembukaan sawah baru atau cetak sawah seluas 4.466 hektare pada 2026.

"Target tersebut untuk memperkuat swasembada pangan lokal dan nasional," kata dia.

Ia melanjutkan pemprov juga akan fokus meningkatkan produktivitas pertanian melalui intensifikasi dan perluasan areal tanam guna mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.

"Khusus di Maluku, kita berharap produktivitas pertanian meningkat dan keluasan tanam diperbanyak. Selama ini kebutuhan pangan masih ditopang dari Jawa, sehingga secara bertahap kita akan berkolaborasi dengan balai, dinas pertanian, OPD terkait, serta kabupaten dan kota untuk meningkatkan produksi dan perluasan tanam, terutama menuju tahun 2026," jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut juga tak terlepas dari perhatian pemerintah pusat melalui berbagai program dan bantuan pertanian untuk Maluku pada 2026, mulai dari dukungan sarana produksi hingga pendampingan teknis, yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi daerah secara signifikan.

Selain ekstensifikasi lahan, peningkatan produksi dilakukan melalui intensifikasi pertanian dengan penggunaan benih unggul, perbaikan sarana dan prasarana irigasi, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, serta pendampingan berkelanjutan oleh penyuluh pertanian.

Pemerintah daerah juga memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pertanian RI dan balai teknis terkait untuk memastikan ketersediaan sarana produksi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.

Sebagai daerah kepulauan, Maluku juga mengembangkan diversifikasi pangan berbasis potensi lokal seperti sagu, ubi-ubian, jagung, dan hortikultura sebagai penyangga ketahanan pangan.

Upaya tersebut dilengkapi dengan penguatan sistem distribusi dan cadangan pangan daerah agar ketersediaan dan stabilitas harga tetap terjaga di seluruh wilayah.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen Presiden RI Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa dan tidak boleh bergantung pada impor.



Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026