Ambon, 15/3 (Antara Maluku) - Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan akan berkunjung ke Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, yang merupakan situs peninggalan abad ke-16 dan akan dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

Gubernur Maluku Said Assagaff di Ambon, Selasa, membenarkan Wapres Jusuf Kalla ditemani istri Ny Mufidah Jusuf Kalla dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja dijadwalkan tiba di Ambon, ibu kota provinsi Maluku, dengan menggunakan pesawat khusus Kepresidenan, Rabu (16/3) petang pukul 15.00 WIT.

"Wapres akan melakukan serangkaian kegiatan berkaitan dengan program perikanan nasional baik di Kota Ambon, Pulau Banda, Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara," ujar Gubernur.

Wapres, ujar Gubernur, akan berangkat dari pelabuhan Yos Sudarso Ambon, pada Rabu (16/3) malam menuju Pulau Banda yang merupakan bekas jajahan Purtugis, Belanda dan Jepang menggunakan KRI Surabaya-591.

Selama di Banda Naira, Wapres Jusuf Kalla didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan meninjau sejumlah fasilitas perikanan dan pariwisata kota tempat pembuangan Proklamator Mohammad Hatta, diantaranya, cold stroge, pasar ikan banda, benteng Belgica yang sedang direstorasi.

Selain itu, mengunjungi Politeknik Sumber Daya Perairan Hatta-Syahrir, Rumah pengasingan Bung Hatta, SMA Negeri 1 Banda, Bandara Banda Naira serta melakukan silaturahim dan pertemuan dengan tokoh masyarakat Banda.

Usai berkunjung di Pulau Banda, Wapres Jusuf Kalla akan melanjutkan perjalanan dengan KRI Surabaya-591, menuju Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, di mana selama dalam perjalanan Wapres akan membuka rapat koordinasi pembangunan bidang kelautan dan perikanan provinsi Maluku.

"Sejumlah agenda penting yang akan dibicarakan dalam rapat koordinasi yang dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diantaranya menyangkut penetapan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang telah diperjuangkan sejak 2009," katanya.

Sedangkan saat tiba di Kota Tual dan Maluku Tenggara, Wapres akan mengunjungi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tual, gedung pelelangan ikan, gedung jaring, laboratorium dan kantor pelabuhan perikanan, budidaya rumput laut di Desa Letfuan.

Selain itu meresmikan Politeknik Perikanan Negeri Tual, meninjau laboratorium perikanan, stasiun pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan (PSDKP) serta menerima gelar adat yang diberikan oleh tokoh adat Tual dan Maluku Tenggara.

Sedangkan di Kota Ambon, Wapres akan melakukan penandatanganan kerja sama antara PT Pelindo IV dengan Pemprov Maluku, khususnya untuk pembangunan pelabuhan kontener terpadu yang akan dibiayai oleh Pemerintah Belanda.

Untuk lokasi pembangunan pelabuhan kontener terpadu terpadu, kata orang nomor satu di Maluku ada tiga lokasi yang ditetapkan yakni Tawiri, Batu Gong dan Tulehu. Sementara pelabuhan Yos Sudarso nantinya akan menjadi pelabuhan umum, di sambing pemilah budidaya ikan keramba jaring apung di Desa Waiheru, kecamatan Baguala.

"Kunjungan wapres bersama sejumlah menteri untuk membicarakan pengembangan sektor kelautan dan perikanan, diharapkan membawa angin segar untuk kemajuan pembangunan sektor unggulan tersebut dan berdampak meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang umumnya berprofesi sebagai nelayan," kata Gubernur.

Pewarta: Jimmy Ayal

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2016