Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Maluku, meminta pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Masyarakat Desa (DP3AMD)dan Dinas Kesehatan Kota Ambon meningkatkan edukasi kesehatan mental bagi masyarakat usai maraknya kasus percobaan bunuh diri di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP).
“Edukasi kesehatan mental harus ada dan perlu ditingkatkan, karena ini menjadi kunci pencegahan agar kasus percobaan bunuh diri di masyarakat tidak terus berulang,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon M Aris Soulisa, di Ambon, Rabu.
Ia mengaku, prihatin terhadap fenomena tersebut, mengingat JMP merupakan fasilitas publik vital yang seharusnya aman bagi masyarakat.
Dalam kurun waktu hampir sebulan terakhir, tercatat dua warga meninggal dunia setelah melompat dari JMP, yakni Sandrina Villia Chaniago (21) pada 20 Maret 2026 dan AH alias Anto, seorang pegawai negeri sipil, pada 9 April 2026.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi ini. JMP harus menjadi tempat yang aman, bukan lokasi untuk tindakan berbahaya seperti ini,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebelum dua kasus tersebut, juga pernah terjadi percobaan bunuh diri di lokasi yang sama pada 2024, namun korban berhasil diselamatkan oleh warga yang melintas.
Soulisa pun mendorong adanya patroli rutin aparat keamanan, khususnya pada malam hari, untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Ia kembali menekankan pentingnya pendekatan sosial melalui peningkatan edukasi kesehatan mental kepada masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi orang di sekitarnya.
“Pencegahan tidak hanya dari sisi keamanan fisik, tetapi juga pendekatan sosial. Dukungan terhadap individu yang mengalami gangguan mental sangat penting,” ucap Aris.
Ia juga berharap pemerintah daerah dapat melibatkan tenaga profesional seperti psikolog serta komunitas peduli kesehatan mental dalam upaya sosialisasi, sehingga penanganan masalah ini dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026