Ambon (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku menyiapkan 650 agen untuk mendukung pendataan digital bantuan sosial (bansos) guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.

“Hari ini kita melakukan pelatihan kepada agen-agen yang akan melaksanakan tanggung jawab mendata penerima bantuan sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Wali Kota Ambon Bodewin M Wattimena di Ambon, Selasa.

Para agen tersebut terdiri atas  Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Ambon yang telah mengikuti pelatihan dan simulasi pendataan digital. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari.

Ia mengharapkan peranan 650 agen yang telah dilatih itu, mampu meminimalisasi kesalahan pemberian bantuan sosial yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat karena dinilai tidak merata dan tidak tepat sasaran.

“Persoalan bansos selama ini adalah penerima yang tidak tepat, sementara yang kita inginkan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan terintegrasi dengan data kependudukan. Tadi sudah simulasi, saya sudah lihat bahwa susah untuk ditukar,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pelatihan tersebut pemerintah nantinya memiliki data penerima bantuan sosial yang valid sehingga seluruh bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita berharap dari kerja ini pada waktunya kita memiliki data yang valid tentang penerima bansos dan bantuan sosial maupun bantuan-bantuan yang lain itu tepat sasaran,” harapnya.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Transformasi Digital Pemerintah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Cahyono Tri Birowo mengatakan program tersebut menjadi bagian dari transformasi digital pelayanan bantuan sosial yang berbasis kebutuhan setiap warga.

Menurut dia, salah satu strategi untuk meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial ialah pemanfaatan data lintas sektoral yang terintegrasi secara digital.

“Salah satu strategi transformasi digital dengan pemanfaatan data lintas sektoral, bayangkan per warga memiliki karakteristik data secara khas, misalnya penggunaan listrik, pendapatan yang diperoleh, tingkat kesehatan dan sebagainya,” katanya.

Ia mengharapkan pemanfaatan aplikasi Portal Perlindungan Sosial (Parlinsos) meningkatkan kualitas kerja para agen melalui dukungan data publik, identitas digital, pertukaran data digital, hingga sistem pembayaran digital sehingga data penerima bantuan menjadi lebih akurat.



Pewarta: Winda Herman
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026