Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI Ambon untuk memperkuat pengawasan di Jembatan Merah Putih (JMP) guna mencegah aksi percobaan bunuh diri di kawasan tersebut.

"Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat, terutama dalam lingkup keluarga. Mari kita saling mengingatkan satu dengan yang lain, terutama dalam keluarga," kata Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena di Ambon, Senin (4/5). 

Menurut dia, Jembatan Merah Putih dibangun untuk mendukung mobilitas masyarakat sehingga perlu dijaga sebagai ruang publik yang aman.

"Jembatan ini dibikin untuk mempercepat transportasi kita. Jangan sampai karena satu orang melakukan sesuatu, yang lain ikut," ujarnya.

Ia mengakui pengawasan tidak dapat dilakukan secara penuh selama 24 jam sehingga kesadaran individu dan kepedulian lingkungan menjadi faktor penting dalam pencegahan.

"Kita melakukan pengawasan seketat apa pun, kalau niat itu ada, sulit dihindari. Siapa yang bisa menjaga jembatan ini 1x24 jam? Karena itu peran keluarga sangat penting," jelasnya.

Pemkot Ambon, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan pihak balai jalan terkait langkah-langkah penguatan pengawasan, termasuk pemasangan imbauan di area jembatan.

Namun, ia menegaskan pengelolaan Jembatan Merah Putih berada di bawah kewenangan balai jalan sehingga penanganan dilakukan melalui koordinasi.

"Jembatan itu menjadi kewenangan penuh balai jalan. Pemkot tetap bisa bekerja sama, dan kita sudah sampaikan bagaimana langkah-langkah yang bisa dilakukan entah dengan memasang spanduk dan lain-lain," ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjaga Jembatan Merah Putih tetap aman dan bermanfaat bagi publik.

"Kita semua harus saling mengingatkan. Jangan mengambil tindakan yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun orang banyak," ucapnya.

Selama 2026, Pemkot Ambon mencatat beberapa insiden di kawasan tersebut, sehingga penguatan pengawasan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Pewarta: Winda Herman

Editor : Luqman Hakim


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2026