Ternate, 13/3 (Antara Maluku) - Sejumlah pengelola hotel dan restaurant di Ternate, Maluku Utara (Malut) meminta pemerintah daerah setempat mengembangkan dan mempromosikan potensi wisata di daerah ini guna meningkatkan angka kunjungan wisatawan.

"Angka pengunjung wisatawan mancanegara maupun dalam negeri ke Kota Ternate dari bulan Januari sampai April bisa dibilang kurang atau minim," kata Manajer Hotel Batik, Hasan Palopo di Ternate, Senin.

Ia mengakui Januari-April sebagai masa lesunya kunjungan wisatawan. Itu terlihat bukan hanya dari tingkat hunian kamar, tapi juga angka penumpang penerbangan.

Menurut dia, pada bulan Maret ini ada keuntungan dari penyelenggaraan kegiatan nasional berupa seminar pemberantasan malaria, sehingga angka kunjungan agak meningkat.

Rata-rata tamu yang menginap di Batik berasal dari kalangan pemerintahan, sedangkan swasta sedikit.

Ke depan, kata dia, pihakya akan membuat paket-paket wisata alam atau sejarah dan wisata pantai seperti diving di dokoali, namun paket ini lebih dikhususkan bagi masyarakat yang ada di luar Malut, seperti di Makassar, Surabaya dan Jakarta.

"Karena itu perlu ada dorongan dari pemerintah kota Ternate dalam bentuk promosi pariwiasta," katanya.

Ia lebih jauh mengatakan, agen wisata di kota Ternate belum terlalu mendukung dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Untuk itu, kami dari pelaku perhotelan sangat berharap kepada pemerintah untuk lebih meningkatkan promosi terhadap potensi wisata khususnya di Ternate," katanya.

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2017