Ternate, 21/12 (Antaranews Maluku) - Seluruh olahan produk Perikanan di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) diupayakan bisa masuk ke pasar modern, baik yang ada di Malut maupun di daerah lain di Indonesia.

"Di Ternate banyak olahan produk perikanan yang dihasilkan masyarakat melalui industri rumahan maupun Industri Kecil dan Menengah (IKM), namun belum semuanya bisa masuk ke pasar modern," kata Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Ternate, Faisal di Ternate, Kamis.

Olahan produk perikanan itu di antaranya berupa abon ikan tuna dan cakalang dalam berbagai varian rasa, kecap ikan, kripek ikan dan ikan fufu atau ikan asap, yang selama ini banyak diminati sebagai cenderamata setiap wisatawan dan tamu yang berkunjung di Ternate.

Menurut dia, DKP Ternate bersama instansi terkait lainnya di daerah ini telah melakukan berbagai upaya agar olahan produk perikanan yang dihasilkan masyarakat setempat bisa masuk ke pasar modern, di antaranya memberikan bantuan modal usaha dan sarana produksi.

Selain itu, memberikan pembinaan, terutama mengenai mutu produksi, pengemasan, manajemen pemasaran dan mengupayakan setiap olahan produk yang dihasilkan mendapat sertivikasi halal serta pengakuan mutu dari Dinas Kesehatan dan BPOM.

Ia mengatakan sejumlah instansi terkait di Malut, seperti Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Malut juga memberikan perhatian terhadap pengembangan olahan produk perikanan di Ternate, khususnya dari segi peningkatan kualitas produk dan pemasarannya.

BP3A Malut akan menjaling kerja sama dengan BP3A Bali untuk membantu memasarkan olahan produk perikanan dari Ternate di daerah wisata itu, khususnya kepada para wisatawan.

Faisal mendorong masyarakat di Ternate, khususnya yang belum memiliki pekerjaan tetap untuk mencoba mengembangkan usaha olahan produk perikanan, karena usaha ini kalau di kelola dengan baik pasti akan memberikan penghasilan yang besar, apalagi potensi bahan bakunya di daerah ini cukup melimpah.

Pewarta: La Ode Aminuddin

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2017