Banda Naira, 25/10 (Antaranews Maluku) - Festival Sastra Banda Fiesta, di Banda Naira, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu, menghadirkan sastrawan dan penyair dari lima negara yang tergabung dalam Sastrawan Budayawan Negara Serumpun (PSBNS).

Sedikitnya ada 40 sastrawan dan penyair asal Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Thailand, diantaranya Malim Ghozali, Rohani Din, Yatiman Yusof, Free Hearty, Sari Narulita, Shinta Miranda, Hisham bin Mohamed Ramli, Nik Rakib, dan Muhammad bin Pg Damit yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Para sastrawan dan penyair tersebut berbagi ilmu dan pengalaman mereka di Banda Fiesta yang meliputi seminar dan lokakarya teater sastra, penulisan sastra, jurnalisme sastra, pembacaan puisi di Benteng Belgica, seminar internasional "Trend Dunia Sastra dan Sastra Dunia", susur sejarah Banda dan pegelaran mini pentas teater.

Dijadwalkan berlangsung hingga 27 Oktober 2018, di beberapa lokasi, salah satunya adalah komplek Istana Mini, dengan melibatkan komunitas Sastra Banda Naira (Sabana), pelajar, mahasiswa dan guru-guru setempat.

Sebelumnya para sastrawan dan penyair negara-negara serumpun juga telah memberikan buku-buku novel, antologi puisi dan cerpen karya mereka kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, sebagai bentuk apresiasi terhadap pengembangan sastra di Banda.

Sastrawan dan novelis asal Singapura, Rohani Din yang lebih dikenal dengan Bunda Anie Din mengatakan dirinya sudah berkali-kali datang ke Indonesia untuk berbagai perhelatan kesusastraan, tapi ini adalah kali pertama ia menginjakkan kaki di Banda.

Sebelumnya ia hanya mengetahui cerita tentang Banda dari berbagai buku sejarah dan kisah tentang pulau tersebut, karena itu dirinya merasa senang menjadi bagian dari pertemuan para sastrawan dan penyair negara-negara serumpun di Banda.

"Pertama kalinya Bunda ke sini, bertuah bisa ikut pertemuan para sastrawan dan penyair dari negara-negara serumpun ini. Karena baru hari pertama belum sempat mengeksplor apa-apa saja yang ada di sini," katanya.

Sama halnya dengan Rohani Din, penyair Yatiman Yusof yang juga seorang politisi di Singapura mengatakan Banda adalah kawasan yang unik dan menarik, masyarakatnya juga sangat ramah.

"Banda dalam ingatan saya dari buku-buku sejarah adalah kawasan yang memiliki peranan penting dalam kebangkitan nasionalime di Indonesia," ujarnya.

Pewarta: Shariva Alaidrus

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2018