Umat muslim di desa Kaitetu, kecamatan Leihitu, pulau Ambon, kabupaten Maluku Tengah, provinsi Maluku, Senin, melakukan ziarah kubur usai sholat Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah..

Pantauan ANTARA di Kaitetu, Senin, umumnya aktivitas perayaan Idul Fitri di Maluku dimulai dengan aktivitas silaturahmi usai melaksanakan  shalat Id. Hal ini tampak berbeda di Desa Kaitetu.

Umat muslim setempat mulai berbondong-bondong mengunjungi komplek pemakaman yang berada di belakang kampung, begitu usai melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri yang dipusatkan di Masjid Jami Hena Lua pagi tadi.

Menziarahi kubur usai melaksanakan shalat Id merupakan tradisi rutin yang dilaksanakan umat muslim Kaitetu setiap hari raya Idul Fitri. Mereka menziarahi makam anggota keluarga dan para kerabat untuk membacakan surat Al Fatihah dan Yassin.

Aktivitas ini dimaknai oleh warga setempat sebagai bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat yang telah meninggal dunia.

Menurut seorang warga Kaitetu, Amina Laisouw (27), Idul Fitri adalah momen untuk bersilaturahmi bukan hanya dengan mereka yang masih hidup, tapi juga yang telah tiada. Karena itu, tradisi ziarah kubur usai shalat Id selalu rutin dilakukan.

Tradisi ini, kata dia, telah dilakukan oleh umat muslim di Kaitetu semenjak zaman leluhur mereka.

"Kami berziarah untuk bersilaturahmi dan berbagi kegembiraan Idul Fitri dengan keluarga yang telah meninggal dunia, mengirimkan doa kepada mereka agar dilapangkan lagi kuburnya," katanya.

Kaitetu merupakan satu dari 11 kampung berpenduduk muslim suni di Kecamatan Leihitu. Desa dengan jumlah penduduk sebanyak 3.000-an jiwa itu melaksanakan ibadah puasa 1 Ramadan 1440 Hijriyah pada 4 Mei 2019 dan merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah pada 3 Juni 2019.

Selain terkenal dengan Masjid kuno Wapauwe yang dibangun pada 1414, Desa ini juga mempunyai gereja tertua di Pulau Ambon, yakni Gereja Immanuel yang dibangun sekitar tahun 1780 - 1781 di bawah pemerintah Eillem Beth Iacobs, kepala comtoire Hila pada masa pemerintahan Gubernur Hindia-Belanda Bernardus van Pleuren.



 

Pewarta: Shariva Alaidrus

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2019