Kantor Bea Cukai Ternate, Maluku Utara (Malut) berupaya agar peningkatan ekspor baik dari sisi ekstensifikasi maupun intensifikasi, terutama komoditi unggulan hasil pertanian dan perikanan daerah ini..

Kepala Bea cukai Ternate, Dicky Hadi Pratama di Ternate, Selasa, mengatakan, entitas eksportir itu yang utama, produk ekspornya bertambah, dengan varian seperti komoditi perikanan ikan dan udang alami peningkatan.

Begitu pula, untuk komoditi pertanian yakni pala dan fuli, bahkan akan menambah lagi produk-produk unggulan yang ada di Malut seperti kopra, tentunya merupakan komoditi diminati berbagai negara di Asia.

Menurutnya, salah satu industri unggulan yang saat ini diincar yakni kopra, kemudian nantinya menyusul dengan produk lain yang bakal disampaikan ketika data sudah lebih bagus..

Sementara untuk intensifikasi, kata Dicky utamanya meningkatkan program apa yang sudah berjalan ditahun sebelumnya. Pasalnya dirinya juga baru seminggu menjabat sebagai kepala Bea Cukai Ternate sehingga perlu banyak berkoordinasi dengan instansi terkait dan Pemkab/Pemkot maupun Pemprov Malut.

"Artinya produk dan perusahan yang sudah ada kita inginkan mereka tetap rutin, sehingga pasar di luar negeri tetap ada bahkan akan lebih luas," ujarnya.

Ditanya capaian target untuk 2020, dirinya menyatakan, bahwa secara prognosis usulan Bea Cukai Ternate yakni Rp35 miliar dan total angka tersebut tentunya lebih rendah dari 2019 yang ditotalkan dengan bea keluar total Rp577 miliar sementara bea masuk Rp135 miliar.

"Dalam perhitungannya kita juga menghitung data kebelakang, kemudian prediksi potensi ke depan," ujarnya.


 

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2020