Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Yunus Fredek Batlayeri menyatakan kualitas garam di kabupaten terbaik di Indonesia.

Kepastian hasil analisa ini berdasarkan hasil uji laboratorium yang telah terdaftar di Kementerian Kelautan Perikanan Republik Indonesia.

"Sesuai hasil uji laboratorium, produksi garam Kepulauan Tanimbar yang telah kita produksi di desa Eliasa, kecamatan Selaru terbaik di Indonesia dengan kandungan garam murni mencapai 98,5 persen," katanya di Saumlaki, Rabu.

Dijelaskan, sesuai data Balitbang Kementerian Kelautan dan Perikanan, Standar Nasional Indonesia (SNI) garam bahan baku untuk industri garam beryodium 2000 adalah 94,7%, sementara hasil analisa kualitas garam produksi desa Elissa di kabupaten Kepulauan Tanimbar adalah 98,7% dengan SNI garam industri adalah 98,5%.

Kualitas garam Kepulauan Tanimbar ini melebihi SNI karena selain air laut di wilayah kepulauan Tanimbar terbilang masih bersih dan jernih, garam yang dihasilkan oleh petambak garam juga tidak dicampurkan dengan sat pemutih atau cairan kimia lainnya.

Yunus mengatakan, proses penjemuran air laut di tambak garam itu dilakukan secara alami yakni membutuhkan  waktu 14 hari.

Tambak garam di desa Eliasa ini sudah berproduksi semenjak tahun 2018. Selama berproduksi hingga tahun 2019 kemarin, para petani garam ini telah berhasil memasok garam ke desa-desa sekitar dan menembus pasar lokal.

"Garam ini juga sangat membantu para nelayan tangkap di Saumlaki," kata Yunus.

Meskipun kualitas garam di desa Elissa kecamatan Selaru, kabupaten Kepulauan Tanimbar ini terbilang tinggi namun produksinya sempat terhenti tahun ini karena fasilitas tambak sudah rusak dan perlu diperbaiki.

"Saat ini, Dinas Perikanan belum memiliki  anggaran untuk perbaikan tambak garam di Eliasa. Meskipun demikian, kami akan terus berupaya meminta bantuan dari Kementerian agar bisa dikembangkan," katanya.

Pewarta: Simon Lolonlun

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2020