Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, bersama lembaga konservasi dan pariwisata membahas pembukaan kembali destinasi wisata di daerah itu dalam normal.

Pembahasan itu dilakukan dalam kegiatan webinar dengan pembicara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat Yusdi Lamatenggo, Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Kementerian Kelautan dan Perikanan Ikram M. Sangaji, Vice President Asia-Pacific Field Division Conservation International, Mark Erdman, dan Ary Suhandi sebagai Direktur Indonesia Ecotourism Network (INDECON), Rabu.

Webinar degan Moderator Riyanni Djangkaru itu membahas persiapan dan kebiasaan hidup baru saat normal baru pariwisata Raja Ampat demi mencegah penyebaran COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Yusdi Lamatenggo mengatakan bahwa dalam normal baru nanti, pariwisata Raja Ampat akan menjalankan aktivitas pariwisata kembali dengan kebiasaan yang baru dan beradaptasi dengan kondisi COVID-19.

Dia mengatakan bahwa pengelolaan pariwisata Raja Ampat  akan berbeda dengan situasi sebelum wabah COVID-19. Protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan COVID-19 menjadi prioritas dan tidak bisa tawar menawar demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Menurut dia, penerapan 'new normal' pariwisata Raja Ampat tidak tergesa-gesa agar semua berjalan baik terutama protokol kesehatan. Penerapan new normal pariwisata Raja Ampat juga akan menyesuaikan dengan pemerintah pusat.

Dikatakan bahwa new normal pariwisata Raja Ampat akan fokus pada wisatawan domestik sambil menyesuaikan dengan pemerintah membuka akses masuk bagi wisatawan asing dari berbagai negara.

"Kerja keras dengan semua sektor terkait tetap berjalan seperti biasa demi membangkitkan kembali pariwisata di Kabupaten Raja Ampat," tambah dia.
 
Destinasi wisata alam Raja Ampat (Foto Antara Papua Barat / Ernes Kakisina)

Pewarta: Ernes Broning Kakisina

Editor : John Nikita S


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2020