Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat turun langsung ke Kabupaten Pulau Morotai pada Senin (15/6) untuk melihat kondisi di sana usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 pada Kamis 4 Juni 2020 yang mengakibatkan 312 rumah rusak.

Kasi Pemantauan Evaluasi dan Pelaporan Kedaruratan BNPB Pusat, Asep Supriatna di Ternate, Selasa, mengatakan gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Pulau Morotai membuat Kepala BNPB Pusat Doni Manardo memberikan penugasan untuk melakukan kaji cepat atau pemantau dampak bencana tersebut pada Kamis 4 Juni, karena usai dari kejadian itu terjadi gempa susulan.

"Kita ditugaskan untuk kaji secara cepat terhadap bencana gempa bumi tersebut, apa saja yang terjadi dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan apa saja penanganan yang perlu dilakukan segera agar pemerintah pusat mengetahui," katanya.

Menurut dia, data dari pusat sudah ada, namun terjadi gempa susulan 4,9 SR. Pihaknya harus berangkat ke Kabupaten Pulau Morotai, baik dari jalur laut maupun darat agar bisa melihat dampaknya secara langsung.



"Kami telah berangkat ke Morotai, agar bisa melihat dampaknya secara langsung karena ada gempa susulan 4,9 SR, kalau tidak salah," katanya.

Untuk data pengungsian, pihaknya telah mengusulkan pengiriman tenda. Maka dari itu, harus dilihat secara langsung di lapangan agar bisa diketahui apa saja yang di butuhkan oleh masyarakat yang terdampak.

"Kami akan berikan data kebutuhan masyarakat kepada Pemerintah Provinsi dan dinas-dinas terkait, agar bisa menangani bersama," katanya.

Sedangkan bantuan yang diberikan, kata Asep, BNPB melalui Pemerintah Provinsi Maluku Utara sudah memberi bantuan logistik yang diberikan kepada masyarakat terdampak.

"Kami sudah berikan bantuan melalui Provinsi, dan kebutuhan sudah dilakukan kajian cepat BNPB, berkoordinasi dengan Provinsi Maluku Utara dan Pusat," katanya.*
 

Pewarta: Abdul Fatah

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2020