Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Mercy Chriesty Barends memberikan bantuan kepada 35 perempuan pelaku usaha mikro di Kota Ambon dan sekitarnya.

"Bantuan untuk kaum perempuan yang berprofesi sebagai pedagang keliling dan mengembangkan usaha skala sangat mikro, bersumber dari kepedulian saya secara pribadi untuk membantu mereka," kata Mercy saat menyerahkan bantuan tersebut di Ambon, Sabtu.

Penyerahan bantuan sebesar Rp1 juta per orang tersebut sekaligus menandai peluncuran program perempuan "manis" (mandiri sejahtera) untuk memberdayakan kaum perempuan.

Program pemberdayaan yang ditangani langsung oleh tim Rumah Aspirasi Mercy Chriesty Barends (RA-MCB) tersebut akan dikembangkan hingga menjangkau 11 kabupaten/kota di Maluku hingga lima tahun mendatang, dengan sasaran kaum perempuan yang berprofesi sebagai pedagang keliling atau "papalele", pengusaha sangat mikro dan belum terjangkau dan belum pernah memperoleh bantuan dari pemerintah.

Mercy yang juga anggota Badan Anggaran DPR-RI tersebut menyatakan bantuan yang diberikan tersebut disisihkan dari uang perjalanan dinas, biaya reses ke daerah maupun sebagian gaji sebagai legislator.

Program tersebut juga merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dilakukan selama menjabat anggota DPR-RI periode 2014 - 2019, di mana selama lima tahun pertama telah membantu 350 orang kaum perempuan di 11 daerah di Maluku.

Menurut Mercy, bantuan yang disalurkan bukan merupakan bentuk "cari muka" atau menarik simpati kaum perempuan di Maluku, tetapi semata-mata wujud kepedulian terhadap sesama kaumnya yang bekerja keras untuk membangun ekonomi keluarga.
Anggota DPR-RI Dapil Maluku Mercy Chriesty Barends (kiri) mengunjungi kios milik Henny Talakua (kanan) di kawasan Ponogoro, Kecamatan Nusaniwe, Ambon, Sabtu (27/2). Henny Talakua merupakan salah satu 35 perempuan di Kota Ambon yang memperoleh bantuan dari pemberdayaan melalui program "perempuan manis" yang diluncurkan Mercy Barends. (Foto: ANTARA/Jimmy Ayal)

"Sebagai sesama wanita saya ikut merasakan beban kaum perempuan yang berjuang keras untuk meningkatkan ekonomi keluarganya. Karena itu jangan dinilai dari besar-kecilnya bantuan yang diberikan. Bantuan ini bisa untuk menambah modal usaha ibu-ibu," tandasnya.

Berbeda dari waktu-waktu sebelumnya, kaum perempuan penerima bantuan selain diminta mengisi biodata serta foto usaha yang digeluti, mereka juga diminta membuat cerita singkat tentang usaha kecil yang dijalani, termasuk keuntungan yang diperoleh dalam sehari.

"Seluruh cerita singkat ini suatu saat akan saya jadikan buku yang mengisahkan praktik cerdas kaum perempuan Maluku bergelut menghidupi keluarganya di tengah kesulitan hidup saat ini," katanya.

Dia juga mengajak kaum perempuan penerima bantuan untuk belajar menyisihkan sebagian kecil keuntungannya sebagai tabungan, yang sewaktu-waktu dapat digunakan jika mengalami kesulitan ekonomi atau membayar biaya pendidikan anak-anak mereka.

Mereka juga diajak untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi, terutama telepon pintar untuk memasarkan produk atau dagangan mereka melalui jejaring sosial, sehingga banyak orang tertarik membelinya.

"Jika produk atau dagangan yang dijual berkualitas dengan kemasan yang bagus, saya juga bersedia mempromosikan dan memasarkannya melalui jejaring sosial yang saya miliki," ujar Mercy.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI tersebut berjanji mendorong program pembinaan "perempuan manis" menjadi percontohan bagi pemberdayaan kaum perempuan di seluruh wilayah Maluku di masa mendatang.

Usai menyerahkan bantuan Mercy didampingi tim RA-MCB juga mengunjungi kios milik Henny Talakua, salah satu dari 35 perempuan penerima bantuan di kawasan Ponogoro, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Pewarta: Jimmy Ayal

Editor : Lexy Sariwating


COPYRIGHT © ANTARA News Ambon, Maluku 2021