Peralatan praktek di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan di Provinsi Maluku butuh revitalisasi karena sudah ketinggalan zaman (out of date). "Kondisi peralatan praktek sejumlah SMK sudah out of date, jauh tertinggal dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dewasa ini," kata Kabid Pendidikan Menengah Kejuruan, Disdikpora Maluku, Andre Jamlay di Ambon, Minggu. Menurut dia, keberadaan peralatan praktikum itu tentu berpengaruh terhadap kemampuan ketrampilan murid SMK, karena mendapatkan pendidikan dan pelatihan dengan peralatan seadanya. "Ini menyebabkan Maluku tertinggal jauh dari daerah lain yang memiliki fasilitas lengkap dan canggih," katanya. Padahal, lanjutnya, lulusan sekolah kejuruan diharapkan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi secara teoritis maupun praktek. Peralatan praktek di SMK Maluku yang out of date antara lain kelengkapan alat bengkel kerja siswa jurusan elektronik dan listrik, juga sarana lain yang dibutuhkan sesuai jurusan yang dikembangkan masing-masing sekolah kejuruan. Andre menegaskan, upaya revitalisasi peralatan praktek sekolah kejuruan ini akan diajukan Disdikpora Maluku melalui alokasi anggaran ke pemerintah pusat. "Kita butuh dukungan alokasi dana dari pusat sehingga diharapkan tahun depan rencana program revitalisasi ini bisa terwujud guna membantu para siswa di masa mendatang," katanya. "Disdikpora juga telah memaparkan rencana tersebut ke DPRD Maluku dan diharapkan ada peran aktif pihak legislatif untuk sama-sama memperjuangkan alokasi anggaran dari Kementerian Pendidikan Nasional," tambahnya.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026