Kelangkaan BBM jenis premium di Dobo, Kabupaten Aru, Maluku menyebabkan pedagang eceren setempat meningkatkan harganya menjadi Rp20.000 - Rp25.000  per liter. "Kelangkaan premium yang terjadi pasca-Idul Fitri September lalu mengakibatkan warga harus antri panjang di Agen Penyaluran Minyak dan Solar (APMS) untuk mendapatkan jenis bahan bakar minyak (BBM) tersebut," kata Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Maluku, Edwin Huwae, di Ambon, Kamis. "Harga di tingkat pedagang eceran pun antara Rp20.000 - Rp25.000 per liter," katanya. Padahal, lanjutnya, berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Zahedy Saleh, harga premium di APMS maupun Stasiun Penimbunan Bahan Bakar Umum (SPBU) hanya Rp4.500 per liter. Karena itu, kelangkaan premium dan adanya praktek manipulasi harga perlu dikoordinasikan dengan Pertamina agar tidak terus meresahkan masyarakat di Dobo. Edwin juga menyatakan dirinya sudah mengusulkan kepada pimpinan Komisi I agar berkoordinasi dengan Komisi II untuk membicarakan persoalan tersebut dengan Pertamina, karena kelangkaan BBM juga terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang secara geografis dekat dengan Timor Leste. "Praktek tersebut mengindisikan terjadi transaksi minyak ilegal (ilegal oil) yang meresahkan masyarakat dan sebaliknya menguntungkan pengusaha BBM," katanya. Sedangkan Kadis Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal Pemkab Kepulauan Aru, Rudy Siwabessy, ketika dikonfirmasi menegeaskan premium dijual di APMS Dobo dengan harga Rp4.500 per liter. "Harga premium, baik di APMS maupun SPBU berlaku secara nasional sesuai keputusan Menteri ESDM," ujarnya. Dia mengakui di Dobo hanya ada APMS yang layanannya sama dengan SPBU karena kebutuhan BBM di sana relatif tinggi mengingat merupakan sentra produksi perikanan sehingga melayani ribuan unit armada penangkap ikan. "Kelangkaan BBM memang sering terjadi karena kapasitas APMS relatif terbatas, sedangkan kebutuhan sangat tinggi," kata Rudy. Dia mengemukakan Bupati Kepulauan Aru, Tedy Tengko, mengantisipasi perayaan Natal dan Tahun Baru Bupati telah mengeluarkan rekomendasi kepada APMS di Dobo untuk meminta tambahan 50 Kilo Liter (kl) premium ke Pertamina. "Pertamina belum menanggapi rekomendasi Bupati Tengko sehingga diharapkan sesegera mungkin direalisir karena permintaan premiun relatif melonjak," ujar Rudy Siwabessy.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026