Kasbi dan batata santan, kuliner khas Ternate, Maluku Utara, disukai wisatawan yang berkunjung di daerah ini.
"Wisatawan tidak hanya mengagumi keindahan objek wisata tapi juga menyukai kuliner tradisional terutama kasbi dan batata," kata Halim, pedagang kuliner tradisional di Ternate, Minggu.
Selain kasbi dan batata santan (dari bahan ubi kayu dan ubi jalar), menurut dia, wisatawan juga menyukai nasi jaha (dari bahan beras ketan), Gohu (dari bahan daging ikan mentah) dan air guraka (dari bahan jahe dan air gula).
Halim mengungkapkan, wisatawan menyukai kuliner tradisional Ternate karena cita rasanya khas dan dari bahan yang alami dan tidak menggunakan bumbu yang mengandung bahan-bahan kimia.
Proses pengolahan kuliner tradisional Ternate yang masih mempertahankan cara-cara yang diwariskan para leluhur serta memperhatikan faktor kebersihan setiap kuliner yang dijual, juga merupakan salah satu alasan bagi wisatawan menyukai kuliner tradisional Ternate tersebut.
"Masyarakat Ternate juga tetap menyukai kuliner tradisional dan inilah yang membuat usaha kuliner tradisional tumbuh pesat di Ternate dan tidak lagi dianggap sebagai usaha sampingan," katanya.
Pedagang kuliner tradisional di Ternate dalam sehari bisa meraih keuntungan minimal Rp500.000, bahkan kalau di Ternate ada kegiatan bertaraf nasional keuntungan mereka bisa mencapai Rp1.000.000 per hari.
Pemerintah Kota Ternate memberi perhatian serius kepada pengembangan usaha kuliner tradisional tersebut, di antaranya dengan memprogramkan pembangunan pusat perdagangan kuliner Ternate di kawasan pantai Ternate.
"Pusat perdagangan kuliner tradisional Ternate tersebut nantinya diharapkan akan menjadi salah satu daya tarik wisata Kota Ternate sekaligus menjadi lahan usaha bagi masyarakat setempat," kata Wakil Walikota Ternate, Arifin Djafar.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.