Ternate (ANTARA) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) akan terus melakukan pengendalian  harga pangan dan berbagai kebutuhan sembako dalam upaya kesiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.

"Menjelang perayaan Idul Fitri 1444 Hijriah, tentunya inflasi Kota Ternate selalu menunjukkan kenaikan karena tingginya permintaan dan berpotensi memicu gejolak harga kebutuhan pokok di pasar setempat," kata Sekretaris Daerah Kota Ternate Jusuf Sunya usai memimpin rapat bersama seluruh jajaran TPID Kota Ternate, Rabu.

Menurut dia, ada beberapa kebutuhan pokok yang harus diawasi menjelang lebaran, sehingga TPID akan mengontrol di lapangan secara langsung dan terus melakukan upaya meningkatkan kerja sama antardaerah guna mengendalikan inflasi di Kota Ternate

Dia menyebut, TPID telah melakukan langkah-langkah untuk mengendalikan inflasi sejak awal tahun 2023. Di antaranya meningkatkan ketersediaan pasokan bahan pangan strategis di Kota Ternate.

Untuk itu, saat ini, langkah yang diambil yakni menanam cabai dan bawang merah di lahan seluas 12 hektar di wilayah Halmahera guna memenuhi berbagai kebutuhan komoditi pangan bagi masyarakat di Kota Ternate.

Dia mengakui, sejak Maret 2023 Kota Ternate mengalami deflasi dan   sebelumnya pada Februari mengalami inflasi sebesar 6,80 persen. 

"Sedangkan, pemicu inflasi ini yaitu beras dan ikan. Beras memicu kenaikan inflasi secara nasional, menandai kenaikan harga beras yang dimulai pada b November 2022 , gagal panen raya yang menyebabkan kenaikan harga beras. Itu karena cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa daerah penghasil, kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Malut, Aidil Adha  menyatakan, berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Malut dan BPS Kota Ternate, pada Maret 2023 terjadi inflasi Year on Year (yoy) sebesar 5,11 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,49 pada Maret 2022 menjadi 112,98 pada Maret 2023.

Tingkat deflasi month to month (mtm) sebesar 1,26 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) (Maret 2023 terhadap Desember 2022) sebesar 0,67 persen.

Dia menyatakan, pada Maret 2023, Kota Ternate mengalami inflasi Year on Year (yoy) (Maret 2023 terhadap Maret 2022) sebesar 5,11 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,98. Inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 7,49 persen dengan IHK sebesar 117,19 dan inflasi yoy terendah terjadi di Kabupaten Merauke sebesar 3,17 persen dengan IHK sebesar 112,59. 

Sedangkan, untuk perkembangan harga berbagai komoditas pada Maret 2023 secara umum di Kota Ternate menunjukkan adanya penurunan harga. 
 

Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Ikhwan Wahyudi

COPYRIGHT © ANTARA 2026