"Sampai hari ke 12 puasa, harga kebutuhan pokok di tingkat distributor, pasar maupun pengecer masih stabil," katanya, di Ambon, Jumat.
Ia menjelaskan, pengawasan yang dilakukan petugas di pasar menunjukkan harga masih stabil dan ketersediaan barang cukup hingga dua bulan ke depan.
"Setiap hari petugas melakukan pengawasan harga maupun jumlah barang untuk dijadikan laporan ke Gubernur Maluku dan Pemerintah pusat," katanya.
Angky juga menyatakan pihaknya akan terus mengawasi pelaku usaha guna mengantisipasi gejolak kenaikan harga pada H-7 Idul Fitri.
"Kami sudah mengimbau pelaku usaha untuk tidak melakukan spekulasi harga, karena stok barang mencukupi. Kalaupun terjadi kenaikan harga itu hanya terjadi untuk komoditi sayuran serta beberapa produk lainnya," ujarnya.
Ia menegaskan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan barang beredar di toko maupun pasar untuk mengantisipasi pelaku usaha yang menjual barang kadaluarsa.
"Tim terpadu akan melakukan razia toko maupun swalayan mengantisipasi penjualan barang kadaluarsa yang sering terjadi pada penjualan parcel," ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan teguran kepada pelaku usaha bila ditemukan menjual barang kadaluarsa.
"Kami akan melakukan teguran sebanyak tiga kali, tetapi bila pengawasan selanjutnya masih ditemukan maka akan dilanjutkan pada proses hukum agar ada efek jera bagi pengusaha," kata Angky Papilaya.
Harga kebutuhan pokok seperti beras merek tawon Rp9.000-Rp10.000/kg, beras Bulog Rp6.500/kg, gula pasir Rp12.000, minyak goreng Rp13.000/liter, terigu Rp9.000/kg dan telur Rp1.000/ butir.
Pewarta: Penina Maijaut: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.