"Polri telah membentuk tim untuk mengusut penyebar SMS provokasi, yang menyebabkan terjadi bentrok antarwarga, sehingga menimbulkan korban jiwa dan harta benda," kata Kapolda Syarief Gunawan, di Ambon, Rabu.
Menurut Kapolda, tim Mabes Polri dipimpin Kombes Pol. Wahyu Triwidodo dari Bareskrim Mabes Polri dan saat ini masih bekerja di lapangan.
"Kita berikan kesempatan kepada mereka untuk bekerja, sehingga hasilnya dapat disampaikan secara terbuka kepada masyarakat," ujarnya.
Mabes Polri dan Polda Maluku telah mengkorrdinasikan pembentukan media center dengan Pemprov Maluku untuk menindaklanjuti dan mengusut penyebar SMS provokasi tersebut.
Kapolda menjelaskan, tim Mabes Polri terdiri dari tim teknis menganalisa TKP serta tim kimia dan fisika sedang melakukan analisa penyebab kematian Darmin Saimin, di tempat kejadian perkara (TKP) kawasan Gunung Nona pada Sabtu (10/9)
"Ada tim teknis menganalisa TKP serta tim kimia dan fisika. Ini disiapkan jika pihak keluarga meminta mayat Darmin diotopsi dan kami berharap hasilnya dalam waktu singkat sudah diketahui," katanya.
Kapolda menyatakan pihaknya bisa saja melakukan outopsi terhadap jasad korban, namun masih mempertimbnagkan situasi dan kondisi keamanan.
"Pihak keluarga tetap meminta agar mayat Darmin tetap di outopsi. Proses outopsi bisa saja dilakukan tapi kita juga harus mempertimbangkan kondisi yang ada saat ini," ujarnya.
Kapolda yang juga terkena lemparan batu saat bentrokan Minggu siang (11/9) menambahkan, sebanyak 60 personil polisi di Polda Maluku juga menjadi korban pertikaian antarwarga tersebut baik luka maupun rumah terbakar.
Termasuk di dalamnya, Kapolres Pulau Ambon dan PP Lease, AKBP Djoko Susilo yang terkena lemparan di bahagian kaki dan ajudannya terkena lemparan di bagian kepala.
Masyarakat juga diimbau agar tidak terprovokasi dengan isu menyesatkkan yang sengaja di sebarkan oleh oknum tidak bertanggungjawab dengan tujuan membuat warga kembali berkonflik.
"Segera laporkan kepada RT/RW atau aparat keamanan terdekat untuk segera di proses sesuai hukum yang berlaku," kata Kapolda Syarif Gunawan.
Ketegangan di Kota Ambon berdasarkan pengusutan aparat kepolisian terungkap bahwa kematian Darmin Saiman, tukang ojek warga Kelurahan Waehaong, Kecamatan Nusaniwe yang menyulut pertikaian antarwarga, adalah kecelakaan lalu lintas murni.
Selain korban jiwa dan luka konflik tersebut juga berimbas ratusan rumah milik warga terbakar maupun dirusak massa.
Tercatat rumah warga yang terbakar maupun rusak ringan dan rusak berat sebanyak 164 unit tersebar di dua kecamatan yakni kecamatan Nusaniwe 111 unit dan Kecamatan Sirimau 53 unit.
Sedangkan jumlah warga yang mengungsi di sejumlah tempat sebanyak 7.157 orang atau 1.832 kepala keluarga.
Pewarta: Stefano Lilinger: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.