Ambon (Antara Maluku) - Grup band indie beraliran pop-alternative, "General" terancam bubar akibat kesibukan masing-masing personilnya.

"Kami semua sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas masing-masing, mungkin ini yang membuat kami sudah tidak punya target ke depan lagi," kata Ardhi, vokalis band General kepada ANTARA di Ambon, Selasa.

Menurut dia, dirinya dan personil General lainnya tidak lagi seproduktif beberapa tahun lalu, mereka sudah jarang tampil atau terlibat dalam pertunjukan musik di Ambon.

"Sepertinya kami hanya akan tinggal nama saja, kami sudah tidak seaktif dulu dan jarang tampil di acara-acara nasional di sini," ucapnya.

Ardhi mengatakan, karena kesibukan masing-masing personilnya, penggarapan lagu-lagu untuk album indie mereka terpaksa tertunda dalam waktu yang lama.

Mini album band General yang direncanakan luncur pada akhir 2010 pun batal dilaksanakan.

Band General diawaki oleh Ardhi (vokal), Dodi (dram), Irvan (bas), Exel (gitar) telah merampungkan sedikitnya enam single sejak 2008, di antaranya I.K.A (Ini Kisah Abadi), Sahabat, dan Hasrat Jiwa.

"Rencananya akan diluncurkan satu atau dua tahun lalu, saya juga saat itu sedang fokus menyelesaikan kuliah," ujarnya.

General merupakan band indie asal Ambon yang terbentuk sejak tahun 2005. Kendati mengalami pasang surut dan sempat mengalami tiga kali pergantian personil, yakni vokalis, pemain gitar, bas, dan keyboard, mereka masih eksis hingga sekarang.

Sebagai salah satu dari lima band indie yang membentuk Ambon Band Community (ABC), General telah memenangkan berbagai kompetisi musik lokal dan nasional, di antaranya juara dua A Mild Wanted 2008-2009, dan band terfavorit yang mewakili Maluku ke Papua pada 2006.

Grup musik ini sering menjadi band pembuka konser penyanyi papan atas Indonesia. Beberapa single General juga sempat berada dalam daftar lagu yang paling sering diputar di radio-radio lokal.

Pewarta: Shariva Alaidrus
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026