Humas Adpel Ambon Joko, Kamis petang, mengatakan evakuasi penumpang selamat mengandalkan perahu tradisional masyarakat pesisir karena kondisi cuaca buruk.
"Sulit mengerahkan tim SAR dan tenaga medis ke Desa Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan, karena ketinggian gelombang empat sampai enam meter disertai hujan lebat dan angin kencang," ujarnya.
Ia mengatakan, sedangkan jumlah korban meninggal masih simpang siur, tetapi pencarian diusahakan untuk menemukan penumpang kapal naas yang hanya berbobot 33 GT tersebut.
"Dengan bobot kapal sebesar itu, jumlah penumpang sudah melebihi daya angkut, apalagi saat itu kondisi cuaca buruk musibah tidak bisa terelakkan," katanya.
Ia memastikan Kepala Kantor Pelabuhan Saumlaki dan Satuan Kepelabuhan di sana tidak mengizinkan kapal berangkat ke Pulau Sera.
"Kalau musibah sudah terjadi dan menelan korban jiwa dan materi, penumpang nakhoda dan anak buah kapal baru menyadari pentingnya memperhatikan keselamatan pelayaran," kata Joko.
Ia juga mengakui kondisi cuaca buruk mengakibatkan tim SAR dan tenaga medis kesulitan dikerahkan ke lokasi musibah tenggelam kapal naas tersebut.
"Syukurlah 100 penumpang ditemukan selamat, tetapi yang lain belum diketahui nasibnya," katanya.
Cuaca buruk, kata dia, juga mengakibatkan kapal Distrik Navigasi Ambon KM Alfrat mengalami gangguan mesin di sekitar perairan Tanjung Alang, Pulau Ambon, sehingga terpaksa kembali ke pelabuhan.
"Pemprov Maluku sebenarnya mengirimkan tim SAR maupun tenaga medis dengan KM Alfrat, tetapi karena tidak bisa berangkat ke Saumlaki, dikoordinasikan upaya pencarian dan penyelamatan dilakukan Pemkab Maluku Tenggara Barat," kata Joko.
KM Acu berangkat dari Pelabuhan Saumlaki pada Rabu (21/12) sekitar pukul 06.00 WIT dan biasanya menempuh perjalanan sekitar lima hingga enam jam baru tiba di Pulau Sera. Namun diduga kondisi cuaca saat itu buruk, kapal tersebut tenggelam.
Pewarta: Lexy Sariwating: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.