"Ketinggian gelombang laut di perairan Kepulauan Sula mencapai 3,5 meter dan sangat berbahaya bagi kapal nelayan, terutama yang berukuran kecil dan ini berlangsung hingga beberapa hari mendatang," kata Prakirawan Cuaca BMKG Ternate Emmy Purnasholiha di Ternate, Sabtu.
Selain perairan di Kepulauan Sula, BMKG Ternate juga mengimbau nelayan dan pemilik kapal penumpang berukuran kecil untuk mewaspadai tingginya gelombang di sejumlah perairan seperti di laut Halmahera, dan perairan Kabupaten Pulau Morotai yang berpotensi gelombang laut mencapai 3,5 meter.
Apalagi, gelombang tinggi tersebut disertai pula dengan angin kencang, hujan dengan intensitas ringan dan sedang disertai petir, terutama di perairan Pulau Morotai, Laut Maluku dan Laut Pulau Halmahera.
Emmy menyatakan, kapal penumpang dan kapal barang terutama yang berukuran kecil juga harus waspada saat melintas di perairan tersebut, karena kondisi gelombang seperti itu bisa pula membahayakan kapal penumpang dan kapal barang yang berukuran kecil.
Untuk itu, kata Emmy, nahkhoda kapal penumpang dan kapal barang di Malut yang ingin berlayar di Malut harus selalu menanyakan kondisi cuaca, sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Menurut dia, hal tersebut harus dipahami oleh semua pihak, terutama adanya ketinggian gelombang untuk ditanyakan kepada pihak pelabuhan setempat, karena BMKG telah rutin melaporkan perkembangan cuaca di daerah ini kepada setiap pengelola pelabuhan.
Dirinya mengaku, buruknya cuaca tersebut tidak ada kaitannya dengan meletusnya Gunung Gamalama di Kota Ternate, tapi karena fenomena alam yakni adanya pergerakan angin dari arah barat laut dengan kecepatan angin mencapai 36 Knot per jam.
Tingginya gelombang di perairan Malut disertai hujan mengakibatkan aktivitas speedboat dan perahu motor dari Ternate ke sejumlah daerah di Halmahera dan Tidore Kepulauan hari ini tidak beroperasi.
"Kami imbau pemilik speedboat untuk tidak mengangkut penumpang dari Ternate ke Tidore Kepulauan atau sebaliknya, karena gelombang laut sangat tinggi dan imbauan ini dipatuhi oleh nelayan," kata petugas Pelabuhan Sanana Halid.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.